Inspiratif, Pentas Seni Perpisahan PAUD Puri Ceria Ini Ajarkan Anak Peduli Lingkungan Sejak Dini
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pendidikan lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai metode kreatif dan menyenangkan. Hal itu dilakukan PAUD Puri Ceria yang berada di Perumahan Puri Dander Asri, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, melalui kegiatan pentas seni dan perpisahan siswa Kelompok Bermain (KB) serta Taman Kanak-Kanak (TK), Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema "Artmosphere, Kolaborasi Kreasi dan Edukasi Lingkungan", kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan kepada masyarakat.
Nuansa ramah lingkungan tampak sejak dekorasi acara yang memanfaatkan berbagai bahan bekas dan barang daur ulang. Tidak hanya itu, seluruh penampilan seni yang dibawakan para siswa juga sarat akan pesan edukasi lingkungan.
Beberapa pertunjukan yang ditampilkan antara lain Tari Bumble Bee yang mengajarkan anak-anak untuk meneladani lebah sebagai makhluk yang rajin dan bermanfaat bagi lingkungan. Selain itu, Tari Banjir menyampaikan pesan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan serta mengajak menanam pohon untuk mencegah bencana.
Ada pula Tari Pohon Apel yang mengajak anak-anak gemar menanam pohon dan menjaga kelestarian bumi. Berbagai penampilan lainnya, termasuk Senam Go Green, turut memperkuat pesan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para wali murid yang hadir untuk menyaksikan penampilan putra-putri mereka. Tingkah polos dan ekspresi spontan anak-anak selama pentas seni menjadi momen berkesan bagi para orang tua.
Bunda PAUD Puri Ceria, Agustina Ika Hartati, menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan tidak hanya diberikan saat kegiatan perpisahan, melainkan telah menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari di sekolah.
"Tema tentang lingkungan, kita sejak pembelajaran kegiatan mengenal ikan Bojonegoro, dilanjutkan pemanfaatan sampah, toples bekas, untuk kegiatan akuarium dan toples sedekah," ungkapnya.
Sementara itu, Penilik PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kecamatan Dander, Yulianto Friadi, yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dalam pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara menekankan sinergi antara pendidikan formal, informal, dan nonformal.
"Ki Hajar Dewantara punya 3 pokok pendidikan, formal, informal, non formal ada di masyarakat, ketiganya harus kolaborasi," jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga peran aktif keluarga dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.
Menurutnya, waktu belajar anak di sekolah relatif terbatas sehingga orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik utama agar nilai-nilai yang diajarkan guru dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Anak-anak di sekolah mungkin hanya 3 jam sehari, jadi peran orang tua ini juga sangat penting," pungkasnya.
Editor : Arika Hutama