get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Rembesan Minyak hingga Anggrek Langka, 2 Situs Ini Perkuat Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO

Pernah Terjadi di Bojonegoro, KLH Terbitkan Edaran Antisipasi Kebakaran TPA Dampak El Nino

Senin, 06 Juli 2026 | 07:25 WIB
header img
Saat petugas Damkarmat Bojonegoro, padamkan kebakaran di TPA Banjarsari. (Foto: dok Damkar)

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengingatkan seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menyusul peringatan mengenai fenomena El Nino.

Peringatan tersebut disampaikan Diaz saat meninjau lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Menurutnya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah mengeluarkan peringatan bahwa dampak El Nino berpotensi lebih ekstrem sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

KLH/BPLH, lanjut Diaz, telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah yang berisi panduan mitigasi untuk mengurangi risiko kebakaran TPA selama musim kering.

"WMO sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi. Artinya kita harus mengantisipasi potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia. Surat edaran ini merincikan langkah-langkah yang perlu dilakukan kepala daerah untuk menghadapi El Nino," ujar Diaz dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Dia menegaskan, keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran. Perubahan arah angin yang tidak menentu dinilai dapat memperluas sebaran asap ke kawasan permukiman sehingga pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi.

Menurut Diaz, Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pemeriksaan kesehatan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta skenario evakuasi apabila kondisi angin berubah.

"Kami juga berdiskusi dengan Pak Bupati mengenai antisipasi pemeriksaan ISPA dan penanganan pengungsian apabila arah angin berubah," katanya.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali diketahui warga pada 28 Juni 2026. Diaz menjelaskan proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena karakteristik api menyerupai kebakaran lahan gambut.

Menurutnya, meski permukaan terlihat padam, bara api masih dapat menyala di bagian bawah tumpukan sampah. Selain itu, keberadaan gas metana (CH4) juga berpotensi memicu ledakan sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati.

Untuk mendukung penanganan kebakaran, KLH/BPLH berkoordinasi dengan pihak bandara dan TNI Angkatan Udara guna melakukan pemantauan berkala menggunakan drone. Selain itu, dua unit mobile monitoring system juga diterjunkan untuk mengukur kualitas udara di sekitar lokasi.

"Hasil pemantauan menunjukkan beberapa parameter seperti SO2, NO2, PM10, dan PM2.5 berada di atas baku mutu," ungkap Diaz.

Pernah Terjadi di Bojonegoro

Kasus kebakaran TPA juga pernah terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pada 3 September 2025, kebakaran melanda TPA Banjarsari di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk dipadamkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, TPA Banjarsari memiliki luas sekitar 4,9 hektare dengan kapasitas tampung 134.440 meter kubik. Namun, volume sampah yang masuk telah mencapai 65 hingga 70 ton per hari, sehingga daya tampung TPA tersebut telah melampaui kapasitas ideal.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut