Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tingkatkan Mutu Pendidikan, 180 Guru Ikuti Pelatihan Pembina OSN di Unigoro, Ini Fokus Materinya
Advertisement . Scroll to see content

20 Kecamatan Masuk Wilayah Rawan Kekeringan, BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:47 WIB
  • author Arik T.P
20 Kecamatan Masuk Wilayah Rawan Kekeringan, BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih
BPBD Bojonegoro saat melakukan droping air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Foto: dok BPBD)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan penanganan dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air.

Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan permohonan pemerintah desa serta hasil asesmen lapangan BPBD.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan selama Juni 2026 pihaknya telah mendistribusikan 10 tangki air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan. 

Bantuan tersebut disalurkan ke Desa Deru, Wotan, dan Sumberharjo di Kecamatan Sumberrejo, Desa Sumberejokidul Kecamatan Sukosewu, Desa Sugihwaras dan Luwihaji Kecamatan Ngraho, Desa Nglampin Kecamatan Ngambon, serta Desa Papringan Kecamatan Temayang.

Memasuki awal Juli 2026, distribusi air bersih kembali dilakukan ke desa-desa yang mengajukan permohonan, di antaranya Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho.

Heru menjelaskan, setiap permohonan bantuan terlebih dahulu melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta kebutuhan riil di lokasi.

"Setiap permohonan distribusi air bersih diawali dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta ketersediaan pasokan di wilayah setempat. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Heru.

Selain penanganan darurat, BPBD juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Berdasarkan data BPBD, terdapat 20 kecamatan dengan 72 desa yang masuk kategori rawan kekeringan.

Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas distribusi air bersih, penyediaan cadangan air, serta langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau. 

BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait agar bantuan dapat segera disalurkan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau menghubungi Pusdalops BPBD Bojonegoro melalui nomor 0811-3356-444.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut