BMKG Prediksi Musim Hujan di Bojonegoro Mundur hingga 30 Hari, Puncaknya Februari 2027
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Musim hujan 2026/2027 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diprediksi mengalami kemunduran selama 20–30 hari. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan berlangsung bertahap mulai akhir November hingga Desember 2026.
Dalam rilis prediksi awal musim hujan 2026/2027 untuk Kabupaten Bojonegoro, Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut Kecamatan Ngambon dan Sekar diperkirakan menjadi wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan pada November dasarian III, yakni periode 21–30 November.
Selanjutnya, hujan diprediksi mulai meluas ke hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro pada Desember dasarian I, yaitu periode 1–10 Desember 2026.

BMKG menjelaskan, penetapan awal musim hujan tidak hanya didasarkan pada turunnya hujan dalam satu atau dua hari. Penentuan tersebut menggunakan kriteria curah hujan dan keberlanjutannya dalam beberapa periode.
“Awal musim hujan ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (periode 10 hari) yang mencapai 50 milimeter atau lebih, dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya secara berturut-turut,” demikian keterangan yang disampaikan BMKG stasiun meteorologi Tuban @bmkgtuban.
Kemunduran awal musim hujan selama dua hingga tiga dasarian atau sekitar 20–30 hari membuat masyarakat perlu mencermati perkembangan cuaca, terutama di wilayah yang masih mengalami dampak musim kemarau.

Meski awal musim hujan diprediksi mundur, BMKG memperkirakan puncak musim hujan di Bojonegoro terjadi pada Februari 2027.
“Puncak musim hujan di wilayah Bojonegoro adalah pada bulan februari 2027,” jelas BMKG Tuban.
Prediksi tersebut menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca, termasuk dalam perencanaan kegiatan pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari BMKG karena waktu datangnya hujan dapat berbeda antarkecamatan.
Editor: Dedi Mahdi