Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa Unigoro Ciptakan Beton dari 3 Jenis Limbah, Mampu Hambat Panas hingga 52,3 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Viral Warga Bojonegoro Shalat Istisqa di Sawah yang Kering, Sore Langsung Hujan? Begini Faktanya

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB
  • author D. AL Mahdi
Viral Warga Bojonegoro Shalat Istisqa di Sawah yang Kering, Sore Langsung Hujan? Begini Faktanya
Tangkapan layar video saat warga gelar doa bersama untuk minta hujan di Bojonegoro. (Foto: Ist)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Video puluhan warga melaksanakan shalat istisqa dan doa bersama di tengah sawah yang mengering akibat musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, viral di media sosial. Warga menyebut kegiatan tersebut sebagai tradisi dukutan, yakni doa untuk memohon turunnya hujan.

Kegiatan itu berlangsung di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Dalam video yang beredar, warga terlihat berkumpul di area persawahan untuk melaksanakan ibadah dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.

Video tersebut juga memuat narasi yang menyebut hujan turun pada sore hari setelah warga menggelar shalat istisqa. Namun, Kepala Desa Sumberagung, Putoyo, meluruskan informasi tersebut.

Putoyo membenarkan bahwa warga menggelar kegiatan memohon hujan pada Jumat (2/10/2026), setelah menunaikan salat Jumat. Akan tetapi, hujan yang kemudian turun di wilayah desa itu bukan terjadi pada hari yang sama.

“Kegiatan sholat istisqo itu dilakukan warga siang hari usai sholat jumat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hujan turun pada Minggu (4/10/2026) sore. Hujan tersebut pun tidak merata dan hanya membasahi sebagian wilayah desa dalam waktu singkat.

“Hujannya itu minggu sore, itupun di desa kami hanya sebagian yang kena hujan gerimis beberapa saat. Waktunya minggu sore itu hujannya terjadi," pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu warga yang menarasikan video tersebut menyebut kegiatan warga Sumberagung sebagai tradisi dukutan yang diikuti turunnya hujan pada sore hari.

"Warga Sumberagung Dander lakukan tradisi dukutan (doa meminta hujan) dan sore nya langsung hujan," demikian kata salah satu warga yang menarasikan video tersebut.

Awal musim hujan diprediksi mulai November

Di tengah kondisi kemarau yang masih dirasakan warga, prediksi awal musim hujan 2026/2027 dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur menunjukkan musim hujan di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan mulai masuk secara bertahap.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, awal musim hujan diprediksi terjadi pada November dasarian III, yakni periode 21–31 November, di Kecamatan Ngambon dan Sekar.

Selanjutnya, pada Desember dasarian I atau periode 1–10 Desember, hujan diperkirakan mulai meluas ke hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro.

BMKG menjelaskan, penetapan awal musim hujan tidak hanya didasarkan pada turunnya hujan dalam satu waktu, tetapi juga mempertimbangkan jumlah curah hujan dan konsistensinya selama beberapa periode.

“Awal musim hujan ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian (periode 10 hari) yang mencapai 50 milimeter atau lebih, dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya secara berturut-turut,” demikian keterangan yang disampaikan BMKG stasiun meteorologi Tuban @bmkgtuban.

BMKG menyebut, musim hujan 2026/2027 diwilayah Bojonegoro mundur 2 hingga 3 dasarian, atau 20 - 30 hari.

“Puncak musim hujan di wilayah Bojonegoro adalah pada bulan februari 2027,” jelas BMKG Tuban.

Dengan prediksi tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi cuaca resmi sembari menunggu datangnya musim hujan secara lebih merata di wilayah Bojonegoro.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut