Bojonegoro Sudah Terima Rp709 Miliar dari Dana Bagi Hasil, Minyak Jadi Penyumbang Terbesar
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kabupaten Bojonegoro telah menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp709 miliar hingga akhir Juli 2026. Realisasi tersebut setara dengan 54 persen dari target penerimaan DBH tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun.
Data tersebut disampaikan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro. Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Soekarno, mengatakan bahwa sebagian besar DBH yang diterima Bojonegoro masih berasal dari sektor sumber daya alam (SDA), terutama minyak dan gas bumi.
"DBH dari sumber daya alam sudah terealisasi sebesar Rp565 miliar dari target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp942 miliar atau telah terealisasi sebesar 59%," jelasnya.
Dari total realisasi DBH sektor SDA tersebut, kontribusi terbesar berasal dari minyak bumi. Hingga akhir Juli 2026, penyaluran DBH minyak bumi mencapai Rp551 miliar atau sekitar 60 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp919 miliar.
Selain minyak bumi, Bojonegoro juga memperoleh DBH dari sektor gas bumi. Nilai penyalurannya mencapai Rp12 miliar atau 60 persen dari target sebesar Rp21 miliar.
"Sementara untuk sektor gas bumi sudah terealisasi sebesar Rp12 miliar dari target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp21 miliar atau realisasinya sama dengan DBH minyak bumi yaitu 60%," tambahnya.
Tak hanya dari sektor migas, Kabupaten Bojonegoro juga menerima DBH dari sejumlah sektor sumber daya alam lainnya, meski nilainya relatif kecil. Penyaluran DBH dari sektor mineral dan batu bara (minerba) tercatat sebesar Rp599 juta, sektor kehutanan Rp247 juta, sektor perikanan Rp151 juta, serta sektor panas bumi sebesar Rp9 juta.
Dengan realisasi mencapai lebih dari separuh target tahunan, penyaluran DBH menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Kabupaten Bojonegoro, khususnya yang masih ditopang oleh sektor minyak dan gas bumi.
Editor : Arika Hutama