get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Lahan Tebu di Tambakrejo Bojonegoro Terbakar

Warga Desa Sudu Bangun Gerakan Kelola Sampah Demi Bengawan Solo yang Lebih Bersih

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:15 WIB
header img
Warga desa Sudu, Kecamatan Gayam, saat mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Masyarakat Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, menargetkan mampu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan di tingkat desa, tetapi juga menjadi percontohan bagi seluruh wilayah Kecamatan Gayam. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam sosialisasi Program Kampanye Praktik Baik Pengelolaan Sampah di Sekolah dan Komunitas Aliran Sungai yang digelar di Balai Desa Sudu, Selasa (21/7/2026).

Kesepakatan warga lahir dari keprihatinan terhadap persoalan sampah, terutama limbah yang masih dibuang ke aliran Bengawan Solo dan berdampak pada lingkungan desa yang berada di kawasan bantaran sungai.

"Kami bertekad untuk bekerja bersama, bergotongroyong mengelola sampah di desa dan menjadikan Bengawan Solo bersih," ucap Sekretaris Desa Sudu, Ispamilih.

Menurut Ispamilih, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain sampah rumah tangga, keberadaan aktivitas industri di sekitar desa dinilai memiliki potensi sumber sampah yang dapat dikelola menjadi nilai tambah.

Komitmen tersebut disampaikan di hadapan Camat Gayam Erna Zulaikah, Badan Permusyawaratan Desa, kepala dusun, ketua RT, anggota PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat. 

Program ini mendapat dukungan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bermitra dengan Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).

Camat Gayam Erna Zulaikah menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif warga Desa Sudu. Ia meyakini desa tersebut memiliki peluang besar menjadi percontohan pengelolaan sampah di Kecamatan Gayam, sejalan dengan prioritas pemerintah kecamatan dalam penanganan persoalan sampah.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada EMCL, perangkat desa, masyarakat Sudu, dan YDTI, semoga program ini bisa menjadi percontohan di Kecamatan Gayam," ujar Erna.

Ia juga mengapresiasi konsistensi EMCL dalam mendukung program lingkungan sekaligus semangat pemerintah desa dan masyarakat untuk terlibat aktif.

Menurut Erna, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah berada pada proses pemilahan sejak dari rumah maupun sekolah. 

Langkah tersebut akan memudahkan proses pengelolaan berikutnya, mulai dari pembentukan bank sampah hingga pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang mampu mengolah sampah bernilai ekonomi menjadi kompos maupun maggot.

"Jadi nanti hanya sampah residu saja yang di bawa ke TPA," imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menilai kesadaran dan inisiatif masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga keberlanjutan program pengelolaan sampah. 

Menurutnya, komitmen warga perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak agar manfaat program semakin luas.

"Kesadaran, kekompakan dan saling dukung antar masyarakat, perangkat desa menjadi kunci keberhasilan program ini," tukasnya.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi bersama serta pembentukan tim pelaksana pembangunan TPS3R. Semangat warga tampak menguat saat seluruh peserta bersama-sama meneriakkan jargon, "Desa Sudu, Bersih, Bersih! Sehat!"

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut