Kebakaran di Bojonegoro Melonjak saat Musim Kemarau, Juli 125 Kejadian
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Musim kemarau yang disertai cuaca panas memicu lonjakan kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mencatat sebanyak 226 peristiwa kebakaran terjadi selama periode Januari hingga Juli 2026, dengan peningkatan paling tajam terjadi pada Juli.
Sepanjang Juli 2026, tercatat 125 kejadian kebakaran atau lebih dari separuh total kebakaran selama tujuh bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan Juni yang mencatat 29 kejadian dan Mei sebanyak 15 kejadian.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim mengatakan lonjakan kejadian pada Juli menjadi fenomena yang tidak biasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Bulan Juli merupakan kejadian luar biasa, sebab lonjakan kejadian kebakaran sangat banyak dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama pada lahan dan semak,” ujar Agus, Rabu (5/8).
Berdasarkan data Damkarmat, kebakaran lahan dan pekarangan menjadi kasus yang paling banyak ditangani, yakni mencapai 84 kejadian. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran sampah, jerami, hingga rumpun bambu. Sementara itu, kebakaran rumah menempati urutan kedua dengan 29 kejadian.
Adapun penyebab kebakaran didominasi aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali. Selain itu, korsleting listrik dan kebocoran tabung gas LPG juga menjadi faktor penyebab terbanyak berikutnya.
Meningkatnya jumlah kebakaran turut berdampak pada besarnya kerugian yang dialami masyarakat. Selama Januari hingga Juli 2026, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp11,55 miliar.
Meski demikian, upaya cepat petugas Damkarmat berhasil mencegah kerugian yang lebih besar. Aset milik masyarakat senilai sekitar Rp114,09 miliar berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.
Damkarmat Bojonegoro mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Salah satu langkah yang ditekankan ialah tidak membakar sampah sembarangan karena kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah merambat ke lahan maupun permukiman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah. Saat musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah merambat dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkas Agus.
Editor : Dedi Mahdi