Akademisi 5 Negara Dihadirkan dalam Konferensi Internasional ICEST 2026 di Unigoro, Ini yang Dibahas
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerja sama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan International Conference on Integrated Engineering and Sustainable Technology (ICEST) secara hybrid, Rabu (5/8/2026).
Konferensi tersebut menghadirkan panelis dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, dan China untuk membahas pengembangan rekayasa terintegrasi serta teknologi berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Hall Suyitno Unigoro itu diikuti peserta secara luring maupun daring. Panelis dari Indonesia hadir langsung di lokasi, sedangkan narasumber dari luar negeri mengikuti konferensi melalui platform virtual.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, Ir. H. Zainnudin, MT., mengatakan terdapat empat tema utama yang menjadi fokus pembahasan dalam konferensi.
Keempat tema tersebut meliputi sistem cerdas dan berkelanjutan, rekayasa dan konstruksi ramah lingkungan, sistem industri dan manufaktur, serta komunikasi digital, visualisasi, dan kesadaran.
Selain menjadi forum pertukaran gagasan antarpeneliti, konferensi juga membuka kesempatan bagi para akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya melalui skema call for papers.
“Melalui kegiatan bertajuk International Conference On Integrated Engineering And Sustainable Technology (ICEST), kami juga mengundang para pemakalah atau call paper untuk berkesempatan menerbitkan penelitiannya di jurnal terindeks Scopus dan jurnal bereputasi SINTA,” tuturnya dalam sambutan.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ilmiah berskala internasional menjadi wadah penting untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus kemampuan praktis sivitas akademika.
“Konferensi internasional merupakan cerminan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu,” ucapnya.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi mengenai geoteknik yang disampaikan oleh Dr. Ir. Aksan Kawanda, ST., MT., dari Universitas Trisakti. Ia menjelaskan geoteknik sebagai salah satu cabang teknik sipil yang berperan dalam perancangan fondasi dan struktur bangunan melalui kajian terhadap sifat fisik serta mekanik tanah dan batuan.
Aksan mencontohkan Menara Pisa di Italia sebagai salah satu gambaran kegagalan penerapan geoteknik dalam konstruksi.
“Geoteknik bisa berfokus pada mekanika tanah, aliran air dan penurunan tanah, perbaikan tanah, fondasi, stabilitas lereng, dan dinding penahan tanah,” paparnya.
Konferensi yang dimoderatori Ir. Mushtofa, ST., MT., berlangsung interaktif. Peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring memanfaatkan sesi diskusi untuk bertukar pandangan dan menggali informasi dari para pakar dalam dan luar negeri mengenai perkembangan rekayasa terintegrasi serta teknologi berkelanjutan.
Editor : Dedi Mahdi