Kejar Target Bebas TBC, Warga Desil 1-2 Dapat Bantuan Perbaikan Lantai Rumah dari Pemkab Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan komitmennya menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, mulai dari kesehatan hingga penyediaan hunian yang layak.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menghadiri kegiatan Medhayoh Bersama Bupati Bojonegoro di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026).
Nurul mengatakan, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemkab Bojonegoro. Salah satu target yang tengah dikejar adalah mewujudkan Bojonegoro bebas dari penyakit tuberkulosis (TBC).
Menurut dia, warga yang terindikasi atau mengalami TBC dapat memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1), termasuk puskesmas terdekat, secara gratis.
Selain penanganan TBC, Pemkab Bojonegoro juga menyediakan sejumlah layanan kesehatan melalui RSUD Sosodoro Djatikoesomo, di antaranya kemoterapi, layanan penyakit jantung, stem cell, dan DSA.
Nurul juga menyampaikan sejumlah program untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk akses listrik dan perbaikan fasilitas rumah.
“Untuk Keluarga dengan desil 1 hingga 3 yang rumahnya tidak tersambung dengan listrik, maka akan disambungkan secara gratis. Sementara warga dengan desil 1 dan 2 yang saat ini ruang tamu rumahnha masih berupa tanah, di tahun 2026 akan dibuat menjadi tekel melalui Dinas PU Cipta Karya,” tambah Wabup.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, TBC masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang dihadapi dunia dan Indonesia.
Ia menyebut Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan beban kasus TBC terbanyak, yakni mencapai 1,9 juta jiwa. Sementara angka kematian akibat penyakit tersebut mencapai 125.000 orang atau setara dengan 14 kematian setiap jam.
Tingginya kasus tersebut membuat pemerintah pusat memasukkan penuntasan TBC sebagai salah satu program prioritas.
Di Bojonegoro, berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga akhir 2025, ditemukan 2.366 kasus TBC. Jumlah tersebut mencapai 78 persen dari target penemuan kasus yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.140 pasien atau 90 persen telah mengikuti pengobatan. Sementara angka keberhasilan pengobatan tercatat 98 persen atau mencapai 2.308 kasus.
Ninik mengatakan, salah satu tantangan dalam penanganan TBC adalah stigma yang masih melekat terhadap penderita.
"Tantangan yang dihadapi adanya stigma penderita TBC. Bahwa TBC ialah penyakit menular yang dapat terobati dengan kepatuhan minum obat secara tuntas," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk memutus penularan sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC.
Kegiatan Medhayoh tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, jajaran asisten, Cabdin Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro, Kementerian Agama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala puskesmas dan staf se-Kabupaten Bojonegoro.
Hadir pula perwakilan organisasi profesi kesehatan, yakni IDI, PGDI, IBI, PPNI, IAI, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan lainnya.
Editor : Arika Hutama