Meriah! Puluhan Tim Adu Ketangkasan Olahraga Tradisional di Ajang Forkab Bojonegoro 2026
"Selain itu Forkab ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, derajat kebugaran sumber daya yang produktif dan berdaya saing, serta mempererat silaturahmi antar-OPD dan warga Bojonegoro,” terangnya.
Tingginya antusiasme peserta tercermin dari jumlah tim yang mengikuti sejumlah cabang olahraga. Pada cabang egrang, tercatat 65 tim dari OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro dan kecamatan serta 15 tim dari SMA/SMK.
Sementara itu, cabang terompah panjang diikuti 58 tim dari OPD dan kecamatan serta 13 tim dari SMA/SMK. Cabang hadang atau gobak sodor diikuti 34 tim dari OPD dan 12 tim dari SMP.
Untuk cabang dagongan, terdapat 40 tim dari OPD dan kecamatan, 32 tim dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), serta 16 tim dari SMA/SMK.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang turut hadir memberikan semangat kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, sinergi, serta kesehatan jasmani dan rohani melalui kegiatan olahraga.
Menurut Wahono, tujuan utama Forkab bukan semata-mata mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi membangun kebugaran dan kesehatan sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan.
“Saya meminta seluruh peserta untuk bergerak bersama, bersenang-senang, serta mempererat silaturahmi. Kesehatan dan kebahagiaan adalah satu kesatuan," ungkapnya.
Wahono juga meminta seluruh atlet dan peserta menjunjung sportivitas, kekompakan, serta persaudaraan selama pelaksanaan Forkab yang berlangsung selama 10 hari.
Forkab Bojonegoro 2026 secara resmi dimulai dengan kickoff pertandingan terompah panjang. Laga pembuka mempertemukan tim 1 yang terdiri dari bapak-bapak jajaran Forkopimda melawan tim 2 dari ibu-ibu jajaran Forkopimda.
Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Forkab diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus menghidupkan kembali berbagai permainan olahraga tradisional di Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama