get app
inews
Aa Text
Read Next : Libatkan Bappeda hingga BRIDA, 696 Mahasiswa Unigoro Ikuti Ujian Laporan KKN TK 2026

Pohon Besar di Taman Rajekwesi Ditebang Kontraktor Proyek, Wabup Bojonegoro Murka

Sabtu, 05 September 2026 | 17:35 WIB
header img
Wabup Bojonegoro Nurul Azizah saat sidak ke proyek revitalisasi taman Rajekwesi. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mempertanyakan penebangan sejumlah pohon besar di kawasan proyek rehabilitasi Taman Rajekwesi

Ia menilai keberadaan pohon seharusnya menjadi bagian yang diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Nurul mengaku kecewa setelah mengetahui sejumlah pohon di lokasi proyek ditebang oleh kontraktor pelaksana. 

Menurut dia, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro disebut telah membuat kesepakatan dengan kontraktor untuk melindungi pohon yang berada di kawasan tersebut.

 “Mati semua itu lo, kalau mau lihat wujudnya pohon di taman pembibitan. Pohon-pohon besar gitu mati semua, saya marah kepada Dinas Lingkungan Hidup, saya marahi semua. Kata DLH sudah buat perjanjian dengan kontraktor, nyatanya saat ngeruk (kontraktor) tidak ada koordinasi sama sekali,” ujar Nurul.

Kekecewaan disampaikan Nurul ketika meninjau lokasi proyek. Saat berada di kawasan Taman Rajekwesi, ia menghubungi Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKP Cipta Karya) Kabupaten Bojonegoro, Benny Kurniawan.

Dalam percakapan tersebut, Nurul mempertanyakan perencanaan proyek yang dinilainya belum mempertimbangkan keberadaan pohon-pohon besar di area pembangunan.

Ia meminta jajaran DPKP Cipta Karya tidak melakukan penebangan secara sembarangan, terutama terhadap pohon yang telah berukuran besar. Menurut Nurul, proses untuk menanam dan merawat pohon hingga tumbuh besar membutuhkan waktu panjang.

Nurul juga menyoroti pekerjaan yang dilakukan rekanan yang disebutnya milik Pak Salim. Ia menyebut pemotongan pohon dilakukan meskipun sebelumnya telah ada arahan agar pohon besar tidak ditebang.

Padahal, kata Nurul, terdapat mandor dari DLH yang ikut memantau pekerjaan di lokasi. Mandor bernama Tiwi, menurut Nurul, telah mengingatkan pihak rekanan agar tidak menebang pohon besar.

Namun, peringatan tersebut disebut tidak diindahkan.

“Mulai sekarang kalau membangun apa saja, kalau ada pohon besar tolong diperhatikan. Motongnya memang cuma sebentar, tapi tanamnya itu butuh waktu yang lama dan susah, apalagi cuaca Bojonegoro sekarang panasnya kayak gini,” tegasnya.

Mantan Kepala DLH ini menegaskan pembangunan infrastruktur semestinya tidak mengesampingkan aspek lingkungan. Ia meminta keberadaan pohon besar menjadi pertimbangan dalam setiap proyek pembangunan, sehingga tidak mudah dikorbankan demi pekerjaan konstruksi.

Proyek Taman Rajekwesi Bernilai Rp18,88 Miliar

Berdasarkan data pada laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bojonegoro, pekerjaan Penataan Kawasan Taman Rajekwesi Bojonegoro dimenangkan PT Defani Energi Indonesia.

Pekerjaan tersebut merupakan pengadaan konstruksi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Data LPSE mencatat pagu anggaran proyek sebesar Rp22,52 miliar, sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp19,94 miliar.

Dalam proses tender, PT Defani Energi Indonesia mengajukan penawaran Rp18,944 miliar. Setelah koreksi, nilai tersebut tetap sama. Selanjutnya, setelah proses negosiasi, nilai pekerjaan tercatat sebesar Rp18,881 miliar.

PT Defani Energi Indonesia tercatat beralamat di Jalan Raya Jemursari Nomor 76 Blok C-38 Lt. 3, Kecamatan Wonocolo, Kelurahan Jemur Wonosari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari pihak kontraktor mengenai penebangan sejumlah pohon besar di kawasan proyek Taman Rajekwesi.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut