Jangan Takut Skrining, Perempuan Bojonegoro Diingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
BOJONEGORO, iNewsBojoegoro.id - Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pencegahan kanker serviks terus didorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anggota DWP, kerabat, dan saudara.
Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan rutin DWP Kabupaten Bojonegoro di Ruang Pertemuan DWP Kabupaten Bojonegoro.
Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro Emy Edi Susanto mengatakan vaksinasi HPV merupakan bagian dari program DWP Sehat, salah satu dari tujuh program prioritas DWP.

Melalui program itu, anggota DWP dan keluarga maupun kerabat dapat memanfaatkan fasilitas vaksinasi HPV dengan harga yang telah ditetapkan.
“Berkat kebijakan Ibu Ketua Umum, untuk anggota DWP, baik itu kerabatnya maupun saudaranya, boleh menggunakan fasilitas DWP. Harganya Rp290 ribu per dosis dan tidak boleh lebih,” ujar Emy.
DWP Kabupaten Bojonegoro berencana melaksanakan vaksinasi HPV pada November 2026. Adapun jadwal dan teknis pelaksanaan akan diinformasikan lebih lanjut.
Emy mengatakan sasaran vaksinasi terutama perempuan usia remaja, belum menikah, dan belum melakukan aktivitas seksual. Pada kelompok tersebut, vaksinasi dinilai dapat memberikan perlindungan lebih optimal sebelum seseorang terpapar virus HPV.
Meski demikian, pencegahan infeksi HPV tidak hanya relevan bagi perempuan. Laki-laki juga dapat terinfeksi HPV sehingga vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah pencegahan bagi kedua kelompok.
Selain vaksinasi, Emy menekankan pentingnya deteksi dini, khususnya bagi perempuan yang telah melakukan aktivitas seksual.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk terkait vaksinasi maupun penanganan apabila ditemukan masalah kesehatan.
“Lebih baik kita tahu seberapa banyak penyakit yang ada di dalam tubuh kita masing-masing. Kalau sudah diketahui, pengobatannya bisa kita ikuti sesuai anjuran sehingga usaha untuk sembuh bisa dilakukan sejak awal,” jelasnya.
Emy menilai tingkat pendidikan seseorang tidak otomatis membuat kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi lebih baik. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya deteksi dini perlu terus dilakukan.
“Di masyarakat kami menemukan sendiri, ternyata orang dengan pendidikan yang tinggi pun belum tentu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan benar. Jadi jangan takut untuk melakukan deteksi dini. Ini untuk mengecek kesehatan diri kita, terutama kesehatan organ reproduksi,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, dokter Indah Ratna Lutfi turut memberikan edukasi mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV.
Ia menjelaskan bahwa hampir 100 persen kanker serviks pada perempuan berkaitan dengan infeksi virus HPV. Menurutnya, kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining.
Pemberian vaksin HPV disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk anak usia 9–13 tahun, vaksin diberikan sebanyak dua dosis, yakni pada bulan ke-0 dan ke-6.
Sementara itu, untuk usia di atas 13 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga dosis dengan jadwal bulan ke-0, ke-2, dan ke-6.
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi tersebut menjadi bagian dari upaya DWP mendorong anggotanya agar lebih aktif menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini.
Selain materi kesehatan, pertemuan rutin DWP Kabupaten Bojonegoro juga diisi dengan kegiatan bedah buku dan pembahasan mengenai kiat menjadi pengusaha.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi anggota DWP untuk memperluas wawasan, mulai dari kesehatan, literasi, hingga pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.
Editor: Arika Hutama