Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tingkatkan Mutu Pendidikan, 180 Guru Ikuti Pelatihan Pembina OSN di Unigoro, Ini Fokus Materinya
Advertisement . Scroll to see content

Pengajian Ahad Pagi Bojonegoro Bertahan 28 Tahun, Apa Rahasia Istiqomahnya?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:45 WIB
  • author D. AL Mahdi
Pengajian Ahad Pagi Bojonegoro Bertahan 28 Tahun, Apa Rahasia Istiqomahnya?
Milad ke 28 pengajian ahad pagi di Masjid At-Taqwa Bojonegoro dihadiri Ustaz Rifky Jafar Muntholib. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Puluhan ribu jamaah memadati kawasan Masjid At-Taqwa, Jalan Teuku Umar, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/10/2026). Mereka menghadiri peringatan milad ke-28 Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani yang mengusung semangat istiqomah atau konsistensi dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Antusiasme jamaah dari berbagai kecamatan di Bojonegoro, bahkan dari kabupaten tetangga seperti Blora, Tuban, dan Lamongan, membuat arus lalu lintas di Jalan Teuku Umar tersendat sekitar pukul 06.00–07.00 WIB.

Jamaah memenuhi berbagai area untuk mengikuti pengajian yang disampaikan dai nasional Ustaz Rifky Jafar Muntholib. Selain lantai dua dan aula Masjid At-Taqwa, peserta juga memadati halaman timur dan barat masjid, ruas jalan, emperan toko, hingga rumah-rumah di sepanjang Jalan Teuku Umar.

Ketua Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani, Sholikin Jamik, mengatakan peringatan milad tersebut bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kegiatan, melainkan momentum untuk meneguhkan istiqomah yang telah dijaga selama hampir tiga dekade.

“Milad pengajian kita ini kita peringati esensinya adalah memperingati KEISTIQOMAH. Karena pengajian yang di dirikan tanggal 20 Oktober 1998, tetap istiqomah tidak pernah berhenti atau kosong setiap Ahad jam 06.00-07.00 Wib. Selama 28 tahun di oktober 2026 ini,” ungkapnya.

Menurut Sholikin, konsistensi penyelenggaraan menjadi salah satu alasan pengajian tersebut terus diminati masyarakat. Kegiatan rutin setiap Minggu pagi itu berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, sehingga jamaah dapat mengatur waktu untuk mengikuti kegiatan lain.

Ia menyebut ketepatan waktu menjadi salah satu hal yang kerap diapresiasi peserta. Jadwal yang pasti membuat jamaah merasa nyaman karena kegiatan tidak berlangsung melebihi waktu yang telah ditentukan.

“Jadi ada kepastian. Kata jamaah saya punya acara jam 07,30 wib berani hadir karena pengajian ini tepat waktu. Jam 07.00 wib selesai,” tambahnya.

Istiqomah dan Persaudaraan Jadi Kunci

Sholikin menjelaskan, salah satu faktor yang membuat pengajian tersebut bertahan dan terus diminati jamaah adalah komitmen terhadap motto “Menebar Salam Memperkokoh Persaudaraan”. Prinsip itu menjadi landasan pengurus dalam menentukan tema-tema kajian yang bersifat universal dan menyejukkan.

Pengajian, kata dia, menghindari pembahasan yang berorientasi pada perbedaan pendapat atau khilafiah yang berpotensi memicu sikap saling menyalahkan. Sebaliknya, materi kajian diarahkan untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang mendorong kerukunan dan kelapangan hati.

Jamaah juga diajak membangun sikap rida terhadap takdir Allah, bersabar dalam menghadapi ujian, serta menjauhi sifat sombong, iri hati, dengki, kejengkelan, kemarahan, dan dendam terhadap orang lain.

Menurut Sholikin, pendekatan tersebut membuat pengajian tidak hanya menjadi ruang untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga sarana memperbaiki akhlak dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Peringatan milad ke-28 itu turut dimeriahkan dengan berbagai layanan bagi jamaah. Pengurus menyediakan makanan dan bakso gratis dari Lazismu Bojonegoro, disertai hidangan lain yang dapat dinikmati peserta tanpa dipungut biaya.

Selain itu, Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jamaah yang hadir.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengurus menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang telah menjadi ciri Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani sejak didirikan pada 20 Oktober 1998.

Dengan konsistensi pelaksanaan, ketepatan waktu, serta tema kajian yang menekankan persaudaraan dan pembentukan akhlak, pengajian ini terus menjadi salah satu ruang pertemuan keagamaan yang diminati masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut