Wabup Paparkan 4 Jenis Beasiswa di Bojonegoro, dari Desil 1–5 hingga Gus dan Neng
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan empat jenis beasiswa sebagai bagian dari program prioritas di bidang pendidikan. Program tersebut mencakup beasiswa bagi masyarakat dalam kelompok desil 1–5, beasiswa prestasi, Beasiswa Gus dan Neng, serta beasiswa penyelesaian tugas akhir.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka membuka kegiatan PASS ISYA' (Pasar Murah Setelah Isya') di halaman Masjid Nurus Sholihin, pada 23 oktober 2026 kemarin.
Dalam kesempatan itu, Nurul memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Bojonegoro yang mencakup bidang kesehatan, keagamaan, dan pendidikan.
"Di sektor pendidikan, penyediaan beasiswa menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung masyarakat memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas," ungkapnya, dikutip dari kanal resmi Pemkab Bojonegoro.
Empat jenis beasiswa yang disiapkan memiliki sasaran berbeda. Beasiswa desil 1–5 ditujukan bagi kelompok masyarakat berdasarkan kategori desil, sedangkan beasiswa prestasi diperuntukkan bagi penerima dengan capaian akademik atau prestasi yang memenuhi ketentuan.
Adapun Beasiswa Gus dan Neng serta beasiswa penyelesaian tugas akhir menjadi bagian dari skema dukungan pendidikan lainnya.
Program beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap akses pendidikan bagi masyarakat Bojonegoro.
Selain pendidikan, Nurul menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro juga memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan layanan jantung dengan dukungan peralatan medis. Ia menyebut ketersediaan peralatan tersebut sebagai salah satu keunggulan layanan kesehatan di daerah.
"Di bidang keagamaan, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada takmir dan marbot masjid, lansia yang hidup sebatang kara, serta anak yatim," paparnya.
Kegiatan PASS ISYA' merupakan kolaborasi Pemkab Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM), dan Kementerian Agama.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab berupaya menggabungkan pelayanan sosial dan pengendalian harga kebutuhan pokok dengan penyampaian program-program prioritas daerah, termasuk dukungan di bidang pendidikan.
Program ini direncanakan berlanjut ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Editor: Arika Hutama