Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro Minta Kapolsek Petakan Wilayah Rawan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Polres Bojonegoro memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada 2026. Pemetaan wilayah rawan, mitigasi dini, hingga kesiapan personel dan peralatan menjadi sejumlah langkah yang ditekankan untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan akibat bencana.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 yang dipimpin Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty di halaman Mapolres Bojonegoro, Rabu (4/11/2026).
Apel melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Kodim 0813 Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, serta jajaran Polres Bojonegoro. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut berpartisipasi, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan RSB Wahyu Tutuko.
Setelah apel, Yenni bersama Wakapolres dan pejabat utama (PJU) melakukan pemeriksaan pasukan serta mengecek kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Pengecekan mencakup berbagai peralatan pendukung, perahu, hingga kendaraan bermotor untuk memastikan seluruh perlengkapan dapat digunakan sewaktu-waktu.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan lima langkah strategis yang harus dilaksanakan seluruh unsur terkait.
Pertama, memetakan kawasan rawan bencana sekaligus mengaktifkan kembali desa tangguh bencana. Kedua, menyusun dan menjalankan mitigasi risiko sejak dini untuk menekan potensi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.
Ketiga, memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana dalam kondisi siap pakai. Keempat, menyosialisasikan jalur evakuasi serta menyiapkan lokasi penampungan sementara yang aman bagi masyarakat terdampak.
Kelima, memperkuat sinergi lintas sektoral dengan dukungan prosedur operasional standar (SOP) yang jelas agar penanganan bencana berjalan efektif.
"Kami sudah memerintahkan para Kapolsek untuk segera melaksanakan pemetaan wilayah atau kawasan rawan bencana dan mitigasi apabila terjadi," ujar AKBP Yenni Diarty di sela kegiatan.
Yenni menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dilakukan secara maksimal. Seluruh unsur pemerintah dan instansi terkait perlu hadir untuk memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengurangi dampak bencana.
Ia juga mengingatkan agar seluruh personel tidak meremehkan potensi ancaman yang muncul. Menurut dia, setiap sumber daya harus dioptimalkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
"Tentunya tanggung jawab dalam penanggulangan bencana ini kita punya prinsip tidak boleh underestimate. Seluruh kekuatan, sumber daya harus kita maksimalkan," tegasnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Kapolres meminta seluruh instansi menghindari ego sektoral yang dapat menghambat penanganan bencana. Respons cepat dan koordinasi yang solid dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui penguatan sinergi lintas instansi tersebut, Polres Bojonegoro berharap penanganan bencana hidrometeorologi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Editor: Arika Hutama