Digerebek Dini Hari, Dugaan Perselingkuhan di Bojonegoro Hebohkan Warga

Tim iNews Bjn
Pelaku dugaan perselingkuhan saat dibawa ke Mapolsek Kanor. (Foto: Istimewa).

KANOR, iNewsBojonegoro.id - Video yang memperlihatkan seorang perempuan menggendong anak kecil menampar perempuan lain viral di media sosial Facebook. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan penggerebekan kasus perselingkuhan yang terjadi di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Insiden itu berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) malam hingga Minggu (25/1/2026) dini hari. Dalam video yang beredar, perempuan yang disebut sebagai istri sah tampak meluapkan emosi kepada perempuan yang diduga memiliki hubungan terlarang dengan suaminya. 

Aksi tersebut menuai beragam komentar dari warganet dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Kapolsek Kanor AKP Slamet Hariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menjelaskan, peristiwa bermula pukul 01.00 WIB ketika istri terduga pelaku, berinisial MTH, berupaya menghubungi suaminya melalui telepon dan pesan WhatsApp. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons.

“Pelapor sempat menghubungi terlapor sebanyak dua kali dan mengirim pesan WhatsApp, tetapi tidak ada jawaban,” ujar AKP Slamet, Senin (26/1/2026).

Kecurigaan sang istri semakin kuat ketika sekitar pukul 01.59 WIB, teleponnya justru diangkat oleh Kepala Dusun Samberan. 

Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa suaminya tengah diamankan warga di depan TPQ Desa Samberan bersama sepeda motornya.

Warga menduga MTH terlibat hubungan perzinahan dengan seorang perempuan berinisial EM (34), warga setempat. Dugaan tersebut muncul karena keduanya diketahui berada di lokasi yang sama pada waktu dini hari.

“Yang bersangkutan menyerahkan diri kepada warga setelah sepeda motor miliknya diamankan di sekitar Waduk Samberan,” jelas Kapolsek.

Sekitar pukul 02.00 WIB, perangkat desa melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas. 

Petugas Polsek Kanor bersama Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah potensi keributan yang lebih luas.

Setelah dilakukan koordinasi, permasalahan yang dipicu persoalan asmara tersebut akhirnya disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di tingkat desa.

AKP Slamet Hariyanto juga mengimbau masyarakat agar tidak bertindak anarkis dalam menyikapi persoalan pribadi. 

Ia meminta warga mengedepankan musyawarah dan menyerahkan penanganan kepada aparat kepolisian atau perangkat desa apabila suatu permasalahan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network