Mengharukan, Koma 55 Hari Bocah 8 Tahun Ini Bangun Setelah Mendengar Suara Teman-Teman Sekolahnya

Andika Hendra
Bocah yang koma 55 hari pulih setelah mendengar suara teman-temannya. Foto: istimewa

CHINA, iNewsBojonegoro.id - Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun bernama Liu Chuxi berhasil sadar setelah menjalani koma selama 55 hari akibat kecelakaan mobil serius. Kisah pemulihannya menarik perhatian luas publik setelah video yang memperlihatkan respons Liu terhadap suara-suara familiar dari teman sekelas dan keluarganya beredar di media sosial.

Liu mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Yueyang, Provinsi Hunan, pada November 2025. Insiden tersebut menyebabkan trauma berat pada otak dan paru-paru hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Tim medis saat itu menilai peluang Liu untuk kembali sadar sangat kecil.

Meski prognosis medis terbilang buruk, keluarga Liu tetap berupaya mencari perawatan terbaik. Ia kemudian dirawat secara intensif di Rumah Sakit Xiangya, Changsha, sembari mendapatkan dukungan emosional dari orang-orang terdekatnya.

Upaya unik dilakukan oleh ibu dan guru Liu dengan memanfaatkan suara-suara yang akrab baginya. Mereka mengumpulkan rekaman aktivitas kelas, musik sekolah, serta pesan suara dan video dari teman-teman sekelasnya. Seluruh rekaman tersebut diputar secara rutin di samping tempat tidurnya di unit perawatan intensif.

Dalam pesan-pesan itu, teman-teman Liu memanggil namanya, menceritakan aktivitas sekolah, serta menyampaikan harapan agar ia segera kembali ke kelas. Pada tahap awal, Liu belum menunjukkan reaksi apa pun. Namun, sekitar hari ke-45 masa koma, ia mulai membuka mata setelah mendengar lagu-lagu yang dikenalnya.

Dalam beberapa hari berikutnya, tanda-tanda responsif Liu semakin meningkat seiring diperdengarkannya kembali suara dan pesan dari teman-temannya. Hingga pada hari ke-55, tim dokter menyatakan bahwa Liu telah sadar dari koma. Kabar tersebut disambut dengan sukacita oleh keluarga dan rekan-rekan sekelasnya.

Rekaman momen pemulihan Liu kemudian viral di media sosial China. Video tersebut memperlihatkan Liu perlahan merespons suara perawat dan orang-orang di sekitarnya. Meski kondisi penglihatannya masih dalam pemulihan dan gerak tubuhnya terbatas, guru serta teman-teman sekelasnya telah menjenguk dan memberikan dukungan moral melalui canda ringan dan cerita tentang kegiatan sekolah.

Kasus Liu Chuxi memicu perbincangan luas di berbagai platform digital. Banyak warganet menyoroti peran dukungan emosional, suara-suara yang familiar, dan keterlibatan komunitas dalam membantu proses pemulihan saraf. Namun demikian, para dokter menegaskan bahwa setiap kasus cedera otak memiliki karakteristik berbeda, sehingga hasil pemulihan dapat bervariasi pada setiap pasien.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network