Dibangun 3 Lantai dan Ada Eskalator, Pasar Kota Bojonegoro Bakal Jadi Pusat Belanja Modern

Arik T.P
Gerbang pintu masuk pasar Kota Bojonegoro. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya mulai mematangkan rencana besar transformasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perbelanjaan modern.

Proyek ini diproyeksikan tidak hanya merevitalisasi wajah pasar tradisional, tetapi juga mengintegrasikannya dengan ruang publik dan ikon kota.

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, mengatakan desain terbaru merupakan hasil pembahasan bersama Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Saat ini, rancangan tersebut mulai disosialisasikan kepada para pedagang.

Salah satu perubahan signifikan dibanding rencana awal adalah penambahan fasilitas eskalator untuk mempermudah akses pengunjung ke lantai atas.

“Desain baru ini mengakomodasi berbagai masukan. Jika sebelumnya hanya tangga biasa, kini disiapkan eskalator agar pasar lebih representatif dan nyaman,” ujar Edi.

Terhubung dengan Alun-alun dan Taman Kota

Pasar Kota Bojonegoro direncanakan menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terkoneksi langsung dengan ikon kota, yakni pasar, Alun-alun Bojonegoro, dan Taman Bengawan Solo (TBS). Integrasi ini diharapkan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik.

Di atas lahan seluas 18.236 meter persegi, proyek ini juga akan menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi. Lantai tiga pasar bahkan dirancang memiliki pemandangan langsung ke Sungai Bengawan Solo, menghadirkan nilai estetika sekaligus pengalaman berbelanja yang berbeda.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro, Benny Kurniawan, menjelaskan total kapasitas gedung baru mencapai 1.480 tempat berdagang. Rinciannya, lantai satu akan menampung 483 kios dan los untuk pedagang basah seperti daging dan sayuran.

Lantai dua terdiri dari 499 unit dengan konsep semi-mal, sementara lantai tiga menyediakan 498 unit yang didesain sebagai area belanja modern dengan panorama sungai.

Catatan dan Harapan Pedagang

Sejumlah pedagang menyambut rencana tersebut dengan sejumlah catatan. Mereka meminta pemerintah memastikan jumlah kios mencukupi sesuai data pedagang yang ada agar tidak ada yang terpinggirkan.

Pedagang juga berharap setiap lantai memiliki daya tarik berbeda. Konsep semi-mal di lantai dua, misalnya, dinilai penting agar pengunjung tertarik naik dan distribusi pembeli merata. Hal ini dianggap krusial demi menjaga keberlanjutan Pasar Kota di tengah persaingan toko modern dan swalayan.

Selain itu, pedagang mengusulkan penguatan konstruksi bangunan agar tahan lama dan bebas kebocoran, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti musala dan gerai ATM.

Target Lelang Usai Lebaran 2026

Pemkab Bojonegoro menargetkan proses administrasi dan perencanaan teknis rampung selama Ramadan tahun ini. Jika sesuai jadwal, proses lelang atau tender proyek akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

Revitalisasi ini diharapkan menjadi tonggak baru transformasi pasar tradisional yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas lokal.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network