BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemkab Bojonegoro bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan melalui sosialisasi kendaraan listrik dan peresmian stasiun pengisian daya (charging station).
Kegiatan tersebut digelar di halaman Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bojonegoro.
Acara ini turut melibatkan para pengemudi becak listrik yang menjadi bagian penting dalam transformasi sektor transportasi tradisional.
Suasana berlangsung hangat ketika Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyerahkan bingkisan kepada para tukang becak yang mayoritas berusia lanjut. Ia juga meninjau langsung kendaraan becak listrik, berdialog dengan pengemudi, serta menempelkan stiker “B’CAKER” sebagai identitas becak listrik di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peralihan energi dari bahan bakar fosil ke listrik.
Menurutnya, dinamika energi global menjadi momentum bagi daerah untuk mulai beradaptasi dengan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
“Transformasi energi kami dorong di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga transportasi. Penggunaan BBM akan diarahkan beralih ke listrik, termasuk untuk pompa air dan alat mesin pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan biaya operasional masyarakat.
Pemerintah daerah juga mulai membangun budaya hemat energi, salah satunya melalui kebijakan penggunaan sepeda pada hari tertentu di lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bojonegoro, Danang Setiawan, menyatakan bahwa PLN memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi energi yang merata sekaligus mendukung transformasi energi nasional.
“PLN terus menghadirkan inovasi guna mempercepat penggunaan energi bersih, termasuk pengembangan charging station dan program elektrifikasi di berbagai sektor,” jelasnya.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah program “B’CAKER” (Becak Ngecas Listrik Energi Ramah Lingkungan).
Program ini menyediakan fasilitas pengisian daya khusus bagi pengemudi becak listrik di kantor-kantor PLN.
Melalui fasilitas tersebut, para pengemudi dapat mengisi daya kendaraan dengan mudah tanpa prosedur rumit.
Sistem pembayarannya pun bersifat sukarela melalui kotak donasi yang tersedia di lokasi, sehingga meringankan beban operasional para pengemudi.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pengemudi becak, Sugiyanto (65), warga Mojokampung, mengaku becak listrik sangat membantu aktivitasnya.
“Lebih ringan dan tidak terlalu menguras tenaga, jadi saya masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan, termasuk biaya pendidikan anak,” ujarnya.
Dengan adanya sosialisasi dan peresmian fasilitas ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi ramah lingkungan semakin meningkat.
Langkah ini juga diharapkan mampu mempercepat transisi energi menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan di Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
