Deteksi Dini Penyakit, Pemkab Bojonegoro Dorong Warga Rutin Cek Kesehatan Gratis

Arik T.P
Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis. (Foto: istimewa)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong masyarakat agar aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini penyakit sekaligus upaya meningkatkan kualitas kesehatan warga.

Sosialisasi ajakan tersebut disampaikan melalui program siaran SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro yang mengangkat tema “Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali” di Radio Malowopati Pemkab Bojonegoro, menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, serta Kepala Puskesmas Kedungadem dr. Aulia Mustika Devi sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Ninik Susmiati menekankan bahwa CKG merupakan program strategis yang dirancang untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Menurutnya, langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan biaya kesehatan di masa mendatang dapat ditekan.

"Selain pemeriksaan fisik, program ini juga mencakup skrining kebiasaan masyarakat, seperti pola aktivitas hingga perilaku merokok, guna memetakan risiko kesehatan secara menyeluruh," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan CKG secara komprehensif, mencakup seluruh kelompok usia mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Dinas Kesehatan menargetkan partisipasi minimal 46 persen masyarakat Bojonegoro pada tahun ini.

Sebagai perbandingan, capaian tahun 2025 mencapai 40,3 persen atau sekitar 53.500 jiwa, yang menempatkan Bojonegoro di peringkat kedua di Jawa Timur. Setiap puskesmas pun ditargetkan mampu melakukan skrining terhadap sedikitnya 55 persen penduduk di wilayah kerjanya.

Lebih lanjut, Ninik menegaskan bahwa program CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Hal ini mencakup upaya penanganan stunting serta pemberantasan tuberkulosis (TBC)," tambahnya.

Sementara itu, dr. Aulia Mustika Devi memaparkan bahwa layanan CKG disesuaikan dengan kelompok usia. Pada bayi baru lahir, dilakukan skrining penyakit bawaan seperti gangguan hormon tiroid, kelainan darah, dan kelainan jantung.

“Pada balita dan anak-anak dilakukan pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi stunting serta skrining potensi TBC, obesitas, dan gula darah,” katanya.

Untuk kelompok remaja, pemeriksaan mencakup hemoglobin (Hb) guna mendeteksi anemia serta pemeriksaan gula darah. Adapun pada orang dewasa, layanan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta skrining khusus bagi perempuan seperti IVA dan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks, termasuk pemeriksaan kanker payudara dan anemia.

Tak hanya itu, program CKG juga menyediakan paket pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin perempuan, termasuk skrining HIV, sifilis, dan penyakit menular lainnya.

Pelaksanaan CKG dilakukan melalui dua pendekatan, yakni secara pasif dengan melayani masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, serta secara aktif dengan menjangkau warga langsung ke lapangan, terutama di wilayah pelosok.

Melalui program ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat. Dengan deteksi dini, risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network