BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat konektivitas antarwilayah melalui penanganan infrastruktur jembatan. Pada 2026, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran Rp36,3 miliar untuk mengerjakan 65 paket pekerjaan jembatan di sejumlah wilayah.
Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BM PR) Kabupaten Bojonegoro. Penanganan jembatan mencakup tiga jenis pekerjaan, yakni pelebaran, penggantian, dan rehabilitasi.
Kepala Dinas PU BM PR Kabupaten Bojonegoro Ivan Chusaifi mengatakan, seluruh pekerjaan tersebut saat ini telah memasuki tahap konstruksi.
"Saat ini masuk proses konstruksi," jelas Kepala Dinas PU BM PR Kabupaten Bojonegoro Ivan Chusaifi, dikutip dari kanal resmi Pemkab Bojonegoro (24/7/2026).
Dari total 65 paket pekerjaan, sebanyak 35 paket dialokasikan untuk pelebaran jembatan dengan anggaran Rp11,53 miliar.
Pekerjaan tersebut tersebar di 15 kecamatan, yakni Bojonegoro, Temayang, Dander, Baureno, Balen, Tambakrejo, Trucuk, Sekar, Ngraho, Ngasem, Kapas, Kedewan, Sugihwaras, Margomulyo, dan Kanor.
Selanjutnya, sebanyak 15 paket pekerjaan merupakan penggantian jembatan dengan total anggaran Rp20,52 miliar. Pekerjaan ini mencakup 10 kecamatan, yaitu Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Kepohbaru, Kasiman, Malo, Ngraho, Purwosari, dan Sugihwaras.
Sementara itu, penanganan rehabilitasi jembatan mencakup 15 paket pekerjaan dengan anggaran Rp4,24 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di Kecamatan Baureno, Balen, Dander, Kapas, Kalitidu, Kedewan, Margomulyo, Ngasem, Temayang, dan Tambakrejo.
Tiga Skema Penanganan Jembatan
Masing-masing jenis penanganan memiliki tujuan yang berbeda. Pelebaran jembatan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Adapun penggantian jembatan ditujukan untuk menyediakan infrastruktur baru yang lebih mantap sekaligus mengurangi risiko keruntuhan. Risiko tersebut dapat dipicu oleh usia konstruksi yang sudah tua, beban berlebih, maupun kerusakan struktural yang cukup parah.
Sementara itu, rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan kondisi jembatan agar kembali aman dan fungsional. Pekerjaan ini ditujukan bagi jembatan yang mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang, termasuk meningkatkan kapasitas beban agar sesuai dengan kebutuhan lalu lintas modern tanpa harus mengganti seluruh bangunan jembatan.
Pemkab Bojonegoro berharap penanganan puluhan jembatan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Peningkatan konektivitas antarwilayah dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, memangkas biaya logistik, serta mempermudah akses warga terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Dengan pembangunan dan penanganan jembatan yang dilakukan secara bertahap, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar sehingga roda perekonomian dapat bergerak secara aman, efisien, dan merata hingga ke pelosok Kabupaten Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
