BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur bernilai besar di kawasan perkotaan.
Selain pembangunan Pasar Kota Bojonegoro dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar dan revitalisasi Alun-alun Bojonegoro senilai Rp 28 miliar, revitalisasi Taman Rajekwesi kini juga resmi memasuki tahap pelaksanaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Taman Rajekwesi di sisi selatan Jalan Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro, telah ditutup pagar seng sebagai penanda dimulainya pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) INAPROC Bojonegoro, proyek revitalisasi Taman Rajekwesi memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 22 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai sekitar Rp 19 miliar.
Dalam proses tender, proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro tersebut dimenangkan oleh PT Defani Energi Indonesia, perusahaan yang beralamat di Jalan Raya Jemursari Nomor 76, Surabaya.
Perusahaan tersebut memperoleh kontrak setelah mengajukan harga hasil negosiasi sebesar Rp 18,8 miliar, lebih rendah dibandingkan nilai HPS yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa revitalisasi Taman Rajekwesi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan menjadi ruang publik yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Wahono, kolaborasi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar taman tersebut berkembang sebagai pusat kegiatan masyarakat yang hidup, asri, dan menjadi ikon baru Kabupaten Bojonegoro.
"Kami butuh gagasan dan ide dari OPD yang hadir dan para pelaku UMKM," ujar Wahono saat memimpin rapat di kawasan Taman Rajekwesi beberapa waktu lalu.
Ia juga menawarkan pemanfaatan kawasan taman kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro sebagai lokasi promosi dan pemasaran produk UMKM lokal.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menghidupkan warung-warung kuliner yang telah beroperasi di kawasan taman.
"Harapannya, keberadaan pasar UMKM bisa berdampak pada warung kuliner di taman yang ada sekarang bisa makin ramai," katanya.
Selain pengembangan aktivitas ekonomi, Pemkab Bojonegoro juga menaruh perhatian pada penataan aset lahan dan bangunan agar pengelolaan fasilitas publik lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Wahono menegaskan kawasan tersebut nantinya harus dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti masjid dan toilet umum, demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan Taman Rajekwesi memiliki nilai historis karena sebelumnya merupakan aset Dinas Perhubungan yang pada 2012 dialihkan kepada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, sedangkan bangunannya dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
Ke depan, Pemkab Bojonegoro menargetkan Taman Rajekwesi tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga berfungsi sebagai pusat olahraga masyarakat, panggung seni budaya, serta sentra UMKM yang dapat beroperasi selama 24 jam.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
