Perkuat Edukasi Wisata Geologi, Infrastruktur Geosite Kedung Lantung Diserah Terimakan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Geosite Kedung Lantung di Dusun Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, mulai diperkuat sebagai destinasi wisata edukasi berbasis potensi geologi dan lingkungan.
EMCL bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bojonegoro (LPPM Unigoro) menyerahterimakan infrastruktur pendukung kawasan tersebut pada Jumat (16/10/2026).
Serah terima infrastruktur itu dirangkai dengan penyelenggaraan Lantung Festival dan peluncuran Exotic Kedung Lantung. Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, perwakilan SKK Migas, anggota DPRD Bojonegoro dari Komisi B dan Komisi C, para camat, Perhutani KPH Bojonegoro, perwakilan perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, media, perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan tari tradisional oleh Maheswari Unigoro, kemudian dilanjutkan sambutan Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Sugihwaras, perwakilan SKK Migas, dan EMCL. Para undangan juga menyaksikan pemutaran video profil Geopark Bojonegoro.
Suasana festival semakin semarak saat jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) memukul kentongan, disusul pembunyian otok-otok oleh para undangan.
Infrastruktur Didukung Program Pemberdayaan Masyarakat
Analis Senior Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Erwin Andriyanto Redy, menjelaskan bahwa dukungan infrastruktur di Kedung Lantung merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).
Program tersebut bertujuan mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu minyak dan gas bumi (migas), serta membangun hubungan harmonis antara industri migas dan masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan operasi migas diharapkan dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sosial di sekitarnya.
Plt. Camat Sugihwaras Heri Pujianto mengapresiasi dukungan EMCL dan LPPM Unigoro dalam pengembangan Geosite Kedung Lantung.
Ia mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga serta merawat infrastruktur yang telah dibangun. Menurut dia, pemeliharaan fasilitas menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Dari pihak EMCL, Public and Government Affairs (PGA) Rifqi Romadhon menyampaikan bahwa pengembangan Kedung Lantung merupakan hasil kolaborasi antara EMCL, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kalangan akademisi melalui LPPM Unigoro, dan komunitas budaya Bojonegoro History.
Rifqi menekankan bahwa pembangunan fisik perlu diikuti komitmen pemeliharaan dan keberlanjutan program. Karena itu, EMCL menggandeng LPPM Unigoro sebagai mitra yang diharapkan mampu melanjutkan pendampingan melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi tersebut diharapkan membuat infrastruktur yang telah dibangun tidak sekadar menjadi fasilitas wisata, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Potensi Geologi Kedung Lantung Jadi Daya Tarik Wisata
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Machmuddin mengatakan, Geosite Kedung Lantung memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut berada di Zona Kendeng dan menjadi bagian penting dari Geopark Bojonegoro. Karakteristik geologinya turut memengaruhi kondisi alam dan kehidupan yang berkembang di kawasan tersebut.
Potensi itu, menurut Machmuddin, perlu dikelola secara tepat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan Kedung Lantung diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kawasan tersebut juga berpotensi mengintegrasikan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, kegiatan edukasi, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Kedung Lantung diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman belajar sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
Unigoro Perkuat Edukasi, Penelitian, dan Konservasi
Ketua LPPM Unigoro Dr. Laily Agustina Rahmawati menegaskan komitmen perguruan tinggi tersebut untuk mendukung pengembangan Geosite Kedung Lantung melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat. Pola kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat diterapkan untuk pengembangan geosite lain di Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Laily, Kedung Lantung memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari sistem petroleum dangkal yang merupakan tema utama Geopark Bojonegoro.
Kawasan tersebut menyediakan ruang nyata untuk pembelajaran dan penelitian, terutama mengenai hubungan antara fenomena geologi, ekosistem perairan, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat.
“Keunikan Kedung Lantung perlu diperkenalkan secara luas agar masyarakat tertarik untuk datang, berkunjung, dan belajar. Daya tariknya bukan semata-mata pemandangan indah, suasana sejuk, atau tempat berfoto, melainkan fenomena ekosistem perairan yang dipengaruhi rembesan minyak bumi, kehidupan organisme yang mampu bertahan di dalamnya, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat lokal,” jelasnya.
Laily menambahkan, pengenalan kawasan perlu dilengkapi informasi ilmiah yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Langkah ini penting agar Kedung Lantung tidak hanya dikenal karena keunikan fenomena alamnya, tetapi juga karena nilai edukasi, penelitian, dan konservasi yang dimilikinya.
Pemahaman berbasis pengetahuan juga diperlukan untuk mencegah anggapan negatif yang tidak didukung informasi memadai sehingga berpotensi menutupi nilai dan potensi kawasan tersebut.
Melalui penyerahan infrastruktur, Lantung Festival, dan peluncuran Exotic Kedung Lantung, EMCL dan LPPM Unigoro berharap pengembangan kawasan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Keterlibatan pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat diharapkan memperkuat posisi Kedung Lantung sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro yang memiliki nilai geologi, ekologi, edukasi, dan sosial-ekonomi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga setempat
Editor: Dedi Mahdi