JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Nyeri dada kerap membuat seseorang panik karena identik dengan serangan jantung. Namun, keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan gangguan jantung. Lokasi, karakter, serta gejala yang menyertai nyeri dapat menjadi petunjuk awal mengenai penyebabnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, mengatakan pemetaan lokasi nyeri dada dapat membantu mengenali kondisi yang perlu diwaspadai.
"Nyeri dada itu nggak semua sama, dan lokasinya ternyata bisa kasih petunjuk penting. Kita bedah singkat yuk," ujar dr Decsa, dikutip Senin (7/9/2026).
Menurut dia, terdapat sejumlah pola nyeri dada yang perlu diperhatikan. Berikut empat di antaranya:
1. Nyeri di tengah dada
Nyeri yang terasa di bagian tengah dada perlu mendapat perhatian serius, terutama jika sensasinya seperti tertindih atau diremas. Nyeri juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain.
"Jadi, jika kalian ada nyeri dada dirasakan di tengah dada kayak ditindih gitu, atau diremas, apalagi menjalar ke lengan kiri, rahang, atau nembus ke punggung belakang, ini yang wajib kalian waspadai. Ini merupakan tanda klasik serangan jantung," katanya.
Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera, terlebih jika nyeri muncul tiba-tiba dan disertai gejala seperti sesak napas atau keringat dingin.
2. Nyeri ulu hati menjalar ke dada
Nyeri yang bermula dari ulu hati kemudian terasa naik ke dada dapat berkaitan dengan gangguan asam lambung atau GERD. Keluhan biasanya terasa panas atau seperti terbakar.
"Lalu yang kedua, jika ada nyeri dada lokasinya di ulu hati yang naik ke dada, rasanya panas kayak terbakar, ini kemungkinan juga suatu GERD atau asam lambung naik. Apalagi habis makan atau pas berbaring," ujar dr. Decsa.
Meski demikian, keluhan akibat GERD dapat memiliki kemiripan dengan nyeri yang berkaitan dengan gangguan jantung. Karena itu, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Nyeri dada sebelah kanan
Nyeri yang terpusat di bagian kanan dada lebih sering berkaitan dengan gangguan otot atau masalah pada paru-paru sebelah kanan. Namun, karakter nyeri dan gejala penyerta tetap perlu diperhatikan.
"Nah, jika didapatkan nyeri dada di kanan, ini lebih sering karena otot atau gangguan di paru kanan," ujar dia.
Jika nyeri berlangsung terus-menerus, berulang, atau disertai gangguan pernapasan, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Nyeri menyebar dan semakin sakit saat tarik napas
Nyeri yang terasa menyebar di seluruh dada dan semakin berat ketika menarik napas dalam dapat menjadi petunjuk adanya masalah pada paru-paru. Salah satunya adalah peradangan pada selaput paru atau pleuritis.
"Jika ada nyeri dada menyebar ke seluruh dada dan makin parah kalau ditarik nafas dalam, bisa jadi tanda masalah di paru-paru kayak radang selaput paru," ujar dr. Decsa.
Meski lokasi dan karakter nyeri dapat menjadi petunjuk awal, masyarakat tidak dianjurkan mendiagnosis kondisi secara mandiri. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.
Dokter Decsa juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, terutama jika disertai sejumlah tanda bahaya.
"Tapi ingat, ini cuma pola umum, bukan cara diagnosis pasti sendiri. Namun wajib kalian cermati khususnya nomor satu. Jadi kalau nyerinya tiba-tiba, disertai sesak, keringat dingin, atau nembus ke lengan atau nembus ke punggung, jangan nembak-nembak, langsung ke IGD," ujar dia.
Dengan demikian, nyeri dada mendadak yang terasa di tengah dada, terlebih disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan maupun punggung, perlu segera mendapat pertolongan medis di IGD.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
