get app
inews
Aa Text
Read Next : Mudik Medhayoh Bojonegoro, Wisata Geopark Kayangan Api Jadi Jujukan Wisatawan saat Libur Lebaran

Selama 3 Bulan Terjadi 45 Bencana di Bojonegoro, Ini Langkah Bupati Wahono

Sabtu, 05 April 2025 | 15:48 WIB
header img
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama rombongan, saat cek lokasi banjir bandang. (Foto: dok Prokopim)

BOJONEGORO.INEWS.ID - Bencana alam berupa banjir masih menjadi ancaman bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Sejak Januari hingga Maret 2025, tercatat ada 45 bencana banjir, longsor, dan banjir bandang di Kabupaten Bojonegoro. 

Bencana alam ini telah merusak rumah warga, lahan pertanian, serta berbagai fasilitas umum, mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. 

Sedimentasi sungai yang terus meningkat, gundulnya lahan di hulu sungai, hingga tingginya curah hujan, turut memperburuk kondisi banjir di Kabupaten Bojonegoro. 

Dalam upaya menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera menyusun berbagai langkah strategis penanganan banjir. 

Salah satunya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. 

"Sebagai lembaga teknis yang menangani pengelolaan sumber daya air, BBWS Bengawan Solo berperan dalam memberikan rekomendasi teknis serta bantuan operasional guna meminimalkan dampak bencana," ungkap Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jumat (4/4/25).

Saat ini, menurut Bupati, BBWS Bengawan Solo melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Wilayah IV telah menyalurkan bantuan berupa bahan darurat untuk tanggul, tenaga ahli, hingga alat berat guna percepatan penanggulangan di wilayah terdampak. 

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga tengah menyiapkan rencana mitigasi jangka pendek untuk 2025, termasuk normalisasi Sungai Semar Mendem sepanjang 5 km. 

"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir berulang serta meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air," bebernya.

Selain penanganan darurat, Pemkab Bojonegoro dan BBWS Bengawan Solo juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan fokus pada perbaikan ekosistem daerah aliran sungai (DAS). 

Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas utama dalam perbaikan ini adalah Kecamatan Gondang, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Baureno. Salah satu perbaikan ekosistem yang dilakukan adalah dengan program reboisasi di daerah hulu yang mengalami degradasi.

Langkah ini penting untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan dan mengurangi sedimentasi sungai yang menyebabkan pendangkalan.

Melalui kolaborasi dengan BBWS Bengawan Solo, Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen untuk mengatasi permasalahan banjir secara menyeluruh. 

Tidak hanya berfokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga merancang langkah-langkah strategis yang berkelanjutan guna mengurangi dampak banjir di masa depan. 

“Ke depan, kita menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk pembangunan embung, sudetan sungai, dan reboisasi untuk mengurangi risiko banjir. Dengan langkah konkret ini, kami memastikan upaya mitigasi bencana berjalan efektif demi melindungi pemukiman dan ketahanan pangan masyarakat.” pungkas Bupati Wahono.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut