get app
inews
Aa Text
Read Next : 11.854 Ribu Penduduk Bojonegoro Ditargetkan Keluar dari Kemiskinan Tahun Ini

Dianggarkan Rp31,1 Miliar, DPRD Dorong Pembangunan 163 Titik JUT di Bojonegoro Dilakukan Merata

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:54 WIB
header img
Jalan Usaha Tani. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan membangun sebanyak 163 titik Jalan Usaha Tani (JUT) pada 2026. Program ini disiapkan dengan anggaran sebesar Rp31,1 miliar guna memperlancar akses petani dalam mengangkut hasil pertanian dan sarana produksi.

Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba’atun, menyampaikan bahwa pembangunan JUT difokuskan pada jalur-jalur yang selama ini telah digunakan oleh petani atau lahan existing. Jalan yang dibangun harus memiliki lebar minimal 2,5 meter.

“Dengan dibangunnya Jalan Usaha Tani, petani akan lebih mudah dan lancar dalam mengangkut hasil pertanian maupun sarana produksi,” ujar Yuni.

Program JUT merupakan bagian dari Petruk Tani (Pembangunan Infrastruktur Pertanian), yang menjadi salah satu program unggulan Pemkab Bojonegoro. DKPP berharap pembangunan ini mampu menekan biaya angkut hasil panen, meringankan beban tenaga petani, serta meningkatkan efisiensi aktivitas pertanian.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bojonegoro memberikan prioritas kepada kelompok tani yang belum pernah menerima bantuan hibah infrastruktur pertanian pada tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan, khususnya bagi kelompok tani yang selama ini belum tersentuh program bantuan.

Dukungan terhadap pembangunan JUT juga datang dari Komisi B DPRD Bojonegoro. Wakil Ketua Komisi B, Lasuri, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan JUT di seluruh wilayah.

“Kami mendukung penuh rencana pembangunan 163 titik JUT. Kelompok tani atau poktan yang belum pernah mendapatkan bantuan infrastruktur pertanian harus diprioritaskan,” tegasnya.

Menurut Lasuri, keberadaan JUT sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, serta menaikkan nilai tawar produk pertanian. Ia juga mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani yang telah ada.

“JUT ini dapat memangkas biaya pengangkutan hasil pertanian dan melancarkan aktivitas petani di lapangan,” tambahnya.

Bagi pengurus Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ingin mengajukan perbaikan atau pembangunan JUT, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

  1. Mengajukan proposal atas nama kelompok.

  2. Menunjukkan lokasi jalan yang selama ini digunakan petani (lokasi existing).

  3. Memastikan kelompok belum menerima hibah pada tahun sebelumnya.

Dengan total anggaran mencapai Rp31,143 miliar, pembangunan 163 titik Jalan Usaha Tani ini tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan petani. Diharapkan, JUT tersebut dapat menjadi urat nadi perekonomian pertanian dan mendorong kesejahteraan petani di Bojonegoro.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut