get app
inews
Aa Text
Read Next : Diprotes Wali Murid, Menu MBG Bulan Ramadan di Bojonegoro Dinilai Tak Layak

Menu MBG Ramadan Ramai Dikeluhkan Wali Murid, DPRD Bojonegoro Bakal Panggil SPPG untuk Klarifikasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:55 WIB
header img
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro saat memimpin rapat. Foto: dok Sekwan

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro menjadi perbincangan hangat publik setelah menu yang dibagikan pada awal Ramadan menuai keluhan dari wali murid. 

Sejak dua hari terakhir, linimasa media sosial dipenuhi unggahan yang mempertanyakan kualitas dan kandungan gizi makanan yang diterima siswa di sejumlah kecamatan.

Ratusan komentar dan foto menu MBG beredar di berbagai platform. Sejumlah orang tua menilai makanan yang disajikan belum memenuhi standar gizi yang layak bagi anak-anak, terutama di momen Ramadan yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang.

Sorotan publik tersebut langsung mendapat respons dari DPRD Bojonegoro. Melalui Komisi C, lembaga legislatif daerah itu berencana melakukan klarifikasi kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua Komisi C Ahmad Supriyanto menyayangkan apabila menu yang disalurkan benar-benar tidak sesuai standar. Ia menegaskan pihaknya akan segera memanggil kepala SPPG se-Kabupaten Bojonegoro untuk meminta penjelasan resmi.

“Kita akan lakukan klarifikasi untuk mengetahui secara pasti alasan pemberian menu pada hari pertama penyaluran MBG di bulan Ramadan ini,” ujarnya, rabu (25/2).

Supriyanto menjelaskan, skema anggaran MBG dibedakan berdasarkan kategori penerima manfaat. Namun total biaya per porsi dipastikan tidak melebihi Rp15 ribu.

Menurutnya, komposisi anggaran terdiri atas Rp8 ribu untuk menu kecil, Rp10 ribu untuk menu besar, serta Rp5 ribu untuk operasional SPPG. Ia menegaskan setiap jenis menu memiliki standar tersendiri sesuai peruntukan.

Sementara itu, Koordinator SPPG Bojonegoro Tomi Mandala Putra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kualitas menu di hari pertama Ramadan. Ia mengakui terdapat kekurangan dalam mutu makanan yang didistribusikan.

“Kami memohon maaf apabila dalam pelayanan MBG terdapat menu yang dinilai tidak sesuai mutu gizi. Ke depan, selama Ramadan akan dilakukan perbaikan dengan pengawasan mutu gizi sesuai standar,” katanya.

Tomi juga mengakui bahwa kualitas makanan yang dipersoalkan memang belum memenuhi standar yang diharapkan dan perlu ditingkatkan.

Kasus ini menambah catatan evaluasi bagi pelaksanaan MBG di Bojonegoro, terutama dalam menjaga kualitas gizi dan transparansi pengelolaan anggaran agar program yang menyasar siswa tersebut benar-benar tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut