Air PDAM Bojonegoro di 3 Kecamatan Mampet Pelanggan Murka, Soroti Buruknya Kuwalitas Layanan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Distribusi air bersih dari PDAM Tirta Buana Bojonegoro dilaporkan mampet sejak Jumat pagi (27/3) hingga malam hari. Air tidak mengalir ke rumah pelanggan hingga pukul 22.00 WIB lebih.
Gangguan tersebut memicu keluhan dari warga di sejumlah wilayah, baik di pedesaan maupun kawasan perkotaan di Kabupaten Bojonegoro.
Salah satu pelanggan, Sudarsono, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengungkapkan bahwa aliran air PDAM mulai terhenti sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
"Air mati bersamaan dengan adanya pemadaman listrik, namun di sini listrik padam sekitar tidak sampai 30 menit kalau tidak salah," jelasnya.
Meski aliran listrik telah kembali normal, distribusi air PDAM belum juga pulih hingga larut malam.
Kondisi serupa juga dikeluhkan pelanggan lain yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Dander, Bojonegoro, dan Kapas.
Keluhan warga pun ramai disampaikan melalui media sosial. Mereka mempertanyakan kualitas layanan PDAM yang dinilai kerap mengalami gangguan tanpa informasi yang jelas kepada pelanggan.
"PDAM gimana airmu kok mati, saya bayar pakai uang, telat kamu denda. Tapi air mati dengan seenaknya," ungkap Shakila, warga Dander.
Gangguan distribusi air juga dirasakan warga di kawasan perkotaan, seperti di Jalan Basuki Rahmat, jalang pattimura dan Jalan Panglima Polim.
"Ini di Jalan Panglima Polim air PDAM masih mati, padahal ini sudah lebih dari pukul 10.00 malam, sedangkan air mampet Sejak pagi hari," ungkap Yanto, warga Kota Bojonegoro.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas.
"Desa wedi Kecamatan kapas sampai malam ini (pukul 22.00 wib lebih) air PDAM belum keluar, masa sekelas perusahaan daerah tidak mampu membeli alat atau teknologi yang berkuwalitas, jika itu air mati karena listrik padam," ugkap M Rokhim.
Selain beberapa komentar keluhan di atas, diperkirakan masih ada ratusan komentar warga yang menumpahkan kekesalannya di media sosial akibat air PDAM yang mampet.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro Khorul Anwar menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan oleh pemadaman listrik yang berdampak pada operasional instalasi.
"Kendala pemadaman listrik makin mengakibatkan instalasi Sumberarum, Dander, Ngunut, Karangsono mati," demikian dalam penjelasan yang disampaikan.
Akibat gangguan tersebut, setidaknya tiga kecamatan terdampak, yakni Kapas, Dander, serta sebagian wilayah Kecamatan Bojonegoro.
"Tiga kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Kapas, Kecamatan Dander, serta sebagian Kecamatan Bojonegoro," tambahnya.
PDAM menyatakan saat ini proses pemulihan distribusi tengah dilakukan.
"Saat ini sedang proses normalisasi distribusi air ke rumah pelanggan," pungkasnya.
Editor : Arika Hutama