get app
inews
Aa Text
Read Next : Sidak Pembangunan Jalan, Wabup Bojonegoro Ingatkan Kontraktor: Jangan Main-main dengan Kualitas

Pemkab Bojonegoro Selesaikan Penanganan Darurat Longsor di Duyungan dan Sambiroto

Sabtu, 04 April 2026 | 08:27 WIB
header img
Alat berat yang diturunkan untuk menangani longsor. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, memastikan penanganan tanggap darurat longsor di dua lokasi prioritas telah rampung. Dua titik tersebut berada di Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, serta Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.

Langkah percepatan ini dilakukan guna memulihkan aksesibilitas serta menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pascabencana.

Di Desa Duyungan, longsor yang dipicu oleh luapan banjir sebelumnya berdampak pada area persawahan dan pemakaman desa. Penanganan difokuskan tidak hanya pada pembukaan akses, tetapi juga penyelamatan aset vital warga yang sempat terdampak genangan.

Tim lapangan mengerahkan satu unit ekskavator untuk melakukan sejumlah intervensi teknis. Upaya tersebut meliputi normalisasi saluran pembuangan air (afvoer) agar genangan cepat surut, serta penguatan struktur tanah menggunakan 16 cerucuk bambu dan 30 sesek sebagai penahan sementara pergerakan tanah.

Sementara itu, penanganan serupa sebelumnya juga telah diselesaikan di Sungai Loro, Desa Sambiroto, pada pertengahan Februari 2026. Dengan memanfaatkan ekskavator jenis long arm, petugas berhasil membersihkan material longsor yang sempat menutup badan jalan dan aliran air.

Penguatan tebing sementara turut dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan yang dapat memperparah kerusakan.

Sekretaris DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, Jafar Sodiq, menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan ini merupakan hasil sinergi lintas instansi. Kolaborasi dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP) IV.

“Normalisasi saluran air menjadi prioritas untuk menjaga kapasitas aliran tetap optimal. Namun, diperlukan juga peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai agar risiko longsor dapat diminimalkan,” ujarnya.

Selain itu, penanganan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa setempat, serta partisipasi warga melalui kerja bakti. Sinergi ini menunjukkan upaya penanggulangan bencana di Bojonegoro dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut