get app
inews
Aa Text
Read Next : 11.854 Ribu Penduduk Bojonegoro Ditargetkan Keluar dari Kemiskinan Tahun Ini

Perubahan Iklim Picu Kasus TBC dan DBD Meningkat, DPRD Bojonegoro Minta Sistem Kesehatan Diperkuat

Minggu, 05 April 2026 | 12:35 WIB
header img
Ilustrasi, pasien sedang menjalani perawatan di RS. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Ancaman peningkatan penyakit menular seiring perubahan iklim menjadi perhatian serius di Bojonegoro. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat meminta penguatan sistem pencegahan serta integrasi data kesehatan di seluruh fasilitas layanan.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menilai perubahan kondisi lingkungan akibat iklim membuat wilayah semakin rentan terhadap penyebaran penyakit menular, seperti Demam Berdarah Dengue dan Tuberkulosis.

“Perubahan iklim menjadikan lingkungan lebih rentan terhadap munculnya berbagai penyakit menular, tidak hanya DBD dan TBC, tetapi juga penyakit lainnya,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan kasus sepanjang 2025. Hingga Mei 2025, tercatat 117 kasus DBD dengan dua kematian. Sementara itu, kasus TBC jauh lebih tinggi, mencapai 2.366 kasus hingga Oktober 2025.

Dari hasil skrining terhadap sekitar 19.000 warga, ditemukan sekitar 2.800 orang berpotensi terjangkit TBC setelah melalui proses penyelidikan epidemiologi.

“Angka tersebut baru data hingga Oktober. Jika dihitung sampai akhir tahun, jumlahnya kemungkinan lebih besar. DBD dan TBC masih menjadi beban utama penyakit menular di daerah ini,” katanya.

Menanggapi kondisi itu, DPRD menekankan pentingnya penguatan sistem data kesehatan. Bambang mendorong agar seluruh fasilitas layanan, mulai dari klinik, puskesmas, hingga rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, terhubung dalam sistem terintegrasi secara real-time.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan menekan angka kasus serta mencegah kematian akibat penyakit menular.

“Semakin kecil jumlah kasus dan tidak menimbulkan korban jiwa, itu menunjukkan kinerja yang baik,” ujarnya.

Memasuki 2026, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, seperti edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan distribusi bubuk abate kepada masyarakat. Meski demikian, DPRD mengingatkan agar upaya di lapangan tetap ditingkatkan.

“Dinas Kesehatan harus terus bekerja keras untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran penyakit agar tidak meluas,” pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut