Hingga April 2026, DBH Migas Bojonegoro Tembus Rp235 Miliar, Simak Rinciannya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, telah menyalurkan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) sebesar Rp235,7 miliar hingga akhir April 2026.
Nilai tersebut merupakan 25 persen dari total pagu DBH SDA tahun 2026 yang mencapai Rp942 miliar. Penyaluran DBH SDA tersebut mencakup sejumlah sektor sumber daya alam, dengan kontribusi terbesar masih berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas).
Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno menjelaskan, mayoritas dana yang telah disalurkan berasal dari sektor minyak bumi sebesar Rp229 miliar dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp919 miliar.
Sementara itu, sektor gas bumi menempati posisi kedua dengan realisasi penyaluran sebesar Rp5,3 miliar dari pagu Rp21,3 miliar. Realisasi DBH dari sektor minyak bumi maupun gas bumi masing-masing telah mencapai 25 persen.
"Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor migas, khususnya minyak bumi," ujar Teguh dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Selain sektor migas, KPPN Bojonegoro juga menyalurkan DBH SDA dari sektor lainnya. Penyaluran dari sektor mineral dan batu bara (minerba) tercatat sebesar Rp999 juta, sektor kehutanan Rp618 juta, sektor perikanan Rp252 juta, serta panas bumi Rp9 juta.
"Total keseluruhan penyaluran DBH SDA ke Kabupaten Bojonegoro hingga april 2026 mencapai Rp235.734.125.500," tambahnya.
Penyaluran DBH SDA tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendistribusikan pendapatan negara kepada daerah penghasil sumber daya alam. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Arika Hutama