Korban Dikabarkan Kritis, Polisi Selidiki Dugaan Praktik Aborsi di Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Petugas dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik aborsi yang diduga melibatkan tiga tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Bojonegoro.
Penanganan kasus tersebut secara resmi mulai dilakukan setelah pelimpahan perkara diterima penyidik pada Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga tenaga kesehatan yang diduga terlibat diketahui bertugas di salah satu RSUD, RS swasta di Bojonegoro, serta salah satu puskesmas di wilayah Bojonegoro.
Sementara itu, korban berinisial M (19), merupakan warga Kecamatan Sukosewu.
Informasi yang beredar juga menyebutkan ketiga tenaga kesehatan tersebut sebelumnya sempat diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, mereka diduga kemudian dilepaskan. Hingga kini, informasi tersebut masih menjadi bagian yang akan didalami dalam proses penyelidikan.
Di sisi lain, kondisi korban M dikabarkan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit daerah. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan praktik aborsi yang sedang diselidiki aparat kepolisian.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi Leksana, membenarkan bahwa pihaknya baru menerima pelimpahan penanganan perkara dugaan aborsi tersebut pada Rabu (3/6). Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bahan pendukung untuk mendalami kasus tersebut.
“Penanganan soal temuan dugaan aborsi baru kami terima pelimpahannya. Masih bertahap proses penyelidikannya,” ungkap AKP Cipto.
Terkait informasi yang menyebut kasus tersebut sebelumnya sempat ditangani dan para terduga dilepaskan, Cipto menegaskan bahwa Satreskrim Polres Bojonegoro belum pernah menangani perkara itu sebelum adanya pelimpahan yang diterima pada hari yang sama.
Penyidik, pihak kepolisian akan segera memanggil dan memeriksa ketiga tenaga kesehatan yang diduga terlibat untuk mengklarifikasi serta mendalami peran masing-masing dalam perkara tersebut.
“Kami akan segera memeriksa ketiga nakes yang terlibat,” pungkasnya.
Editor : Arika Hutama