Viral Pelajar Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Kernet Angkot di Bojonegoro, Penumpang Ketakutan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebuah unggahan video yang memperlihatkan dugaan aksi pelecehan seksual di dalam angkutan umum (angkot) trayek Bojonegoro–Padangan mendadak viral di media sosial. Korban diketahui merupakan seorang pelajar laki-laki yang diduga dilecehkan oleh kernet angkot tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/7) sore saat korban dalam perjalanan pulang sekolah.
Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @lingkarbojonegoro, terlihat bagian vital korban dipegang dan diraba oleh kernet yang digambarkan berbadan kekar. Aksi tak terpuji itu sempat diabadikan secara sembunyi-sembunyi oleh penumpang lain yang duduk di sampingnya.
Perekam video seorang perempuan ini menceritakan, dirinya sudah merasakan firasat tidak enak sejak naik angkot dari Terminal Bojonegoro karena seluruh penumpangnya adalah laki-laki, termasuk kernet yang berpostur tinggi besar.
Firasat tersebut terbukti saat kendaraan melintas di sekitar Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu. Kernet angkot terus menatap wajah korban yang baru saja naik dan duduk di dekat pintu, sebelum akhirnya melakukan tindakan pelecehan seksual.
Perekam mengaku sangat ketakutan melihat kejadian itu hingga memutuskan untuk langsung turun di tengah jalan meski belum sampai di lokasi tujuan.
"Saya memilih turun saat jalan sedang macet. Korban saat itu terlihat sangat risih dan ketakutan, tapi saya sendiri juga takut," ujar perekam video dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan, korban sempat berpindah ke kursi belakang setelah dirinya turun.
Perekam berharap video tersebut dapat disebarluaskan sebagai imbauan agar masyarakat, khususnya para pelajar, lebih waspada saat menggunakan transportasi umum.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi Laksana, belum memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp terkait tindak lanjut kejadian tersebut.
Editor : Arika Hutama