Sempat Terkendala Lahan Sawah Dilindungi, Kini Puskesmas Tanjungharjo Resmi Beroperasi
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Setelah sempat tertunda akibat persoalan perizinan, terutama karena bangunan berdiri di atas lahan sawah berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD), gedung baru Puskesmas Tanjungharjo akhirnya resmi beroperasi pada Selasa (30/6/2026).
Peresmian puskesmas yang berada di Kecamatan Kapas tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan yang sejalan dengan peningkatan pelayanan kesehatan. Setelah itu, rombongan meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di puskesmas baru.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia juga meminta seluruh puskesmas yang masih membutuhkan renovasi maupun penambahan sarana dan prasarana segera didata agar pelayanan semakin optimal.
"UHC di Bojonegoro sudah 99 persen, maka kerjasama dengan berbagai pihak sangat penting utamanya dengan BPJS. Terima kasih atas dukungan dan kerja keras sehingga Puskesmas Tanjungharjo hari ini bisa beroperasional. Mari kita tingkatkan pelayanan, kenyamanan, fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, sehingga jadi asri dan pelayanan semakin baik," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa sektor kesehatan dan pertanian menjadi fokus utama pemerintah daerah sepanjang 2026. Ia juga mengingatkan potensi kemarau panjang hingga November yang diperkirakan berdampak pada 72 desa yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa Puskesmas Tanjungharjo mulai melayani masyarakat sejak hari peresmian. Kepastian operasional tersebut diperoleh setelah izin resmi diterbitkan oleh DPMPTSP pada 25 Juni 2026.
Menurut Ninik, puskesmas baru berdiri di atas lahan seluas 7.159 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.255 meter persegi. Berbeda dengan gedung lama yang hanya melayani rawat jalan dan persalinan selama 24 jam, gedung baru kini dilengkapi layanan rawat inap dengan delapan tempat tidur serta tiga tempat tidur nifas.
Ia menjelaskan, penambahan layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan observasi dan pengobatan berkelanjutan.
Fasilitas yang tersedia di Puskesmas Tanjungharjo meliputi Cluster 1 ruang manajemen, Cluster 2 ruang kesehatan ibu dan anak, Cluster 3 ruang dewasa dan lansia, Cluster 4 ruang penanggulangan penyakit menular dan kesehatan lingkungan, Cluster 5 ruang dukungan lintas cluster, instalasi gawat darurat (UGD), poli gigi, farmasi, layanan gizi, serta laboratorium.
"Puskesmas Tanjungharjo juga menjalankan program prioritas nasional seperti CKG, penurunan stunting, AKI, AKB dan tuntas TBC. Total ada 44 tenaga kesehatan dan administrasi," jelasnya.
Pada akhir rangkaian acara, Bupati Setyo Wahono menyerahkan surat izin operasional Puskesmas Tanjungharjo kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro sebagai simbol dimulainya operasional penuh fasilitas kesehatan tersebut.
Sementara itu, kami belum mendapatkan konfirmasi terkait status lahan sehingga keluar izin operasional, namun berdasarkan informasi yang dihimpun, Dinas Kesehatan telah menyiapkan lahan pengganti seluas lima kali lipat untuk menyelesaikan izinnya.
Editor : Arika Hutama