Ternyata Bukan Pupuk, Ini Faktor Utama yang Menentukan Hasil Panen Menurut Praktisi di Unigoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai standar industri perbenihan melalui kuliah praktisi bertema produksi benih padi dan jagung hibrida, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan agronomis, Ir. Agus Setijono, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Agus menegaskan bahwa kualitas benih menjadi faktor paling menentukan dalam keberhasilan budidaya tanaman. Menurutnya, benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat, produktivitas panen lebih tinggi, serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama maupun penyakit.
"Benih bermutu harus melalui proses sertifikasi dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. Benih itu harus memiliki kemurnian genetik, kondisi fisik yang baik, daya tumbuh tinggi, serta bebas dari hama dan penyakit. Nantinya, benih yang lolos sertifikasi akan diberi label resmi sebagai jaminan mutu sehingga aman digunakan oleh petani," paparnya.
Ia menjelaskan, penggunaan pupuk maupun pestisida tidak akan mampu memberikan hasil maksimal apabila benih yang ditanam memiliki kualitas rendah.
Selain menjelaskan pentingnya benih bersertifikat, Agus juga memaparkan enam tahapan utama dalam memproduksi benih bermutu. Tahapan tersebut meliputi penyiapan benih induk unggul, pemilihan lahan yang sesuai, perawatan tanaman, pemanenan pada waktu yang tepat, pengolahan hasil panen secara benar, hingga pengujian mutu benih di laboratorium maupun di lapangan.
"Lahan harus memiliki sistem irigasi yang baik, bebas banjir maupun kekeringan, serta memiliki jarak isolasi yang cukup agar tidak terjadi penyerbukan silang dengan tanaman lain. Selama masa tanam, petani juga perlu melakukan pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta menyeleksi tanaman yang tidak sesuai agar kemurnian varietas tetap terjaga," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, praktisi yang pernah berkarier di PT BISI International itu juga menyoroti potensi benih hibrida dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, jagung dan padi hibrida mampu menghasilkan panen lebih tinggi dibandingkan varietas biasa apabila menggunakan benih bermutu dan dibudidayakan dengan teknik yang tepat.
Kuliah praktisi ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian Unigoro dalam memperkenalkan standar industri perbenihan kepada mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mengenai praktik budidaya yang sesuai dengan kebutuhan dunia pertanian modern.
Editor : Arika Hutama