get app
inews
Aa Text
Read Next : Dimulai Hari Ini, Sebanyak 1.479 Petugas Sensus Ekonomi Bakal Datangi Rumah Warga Bojonegoro

Gandeng Australian Red Cross, PMI Bojonegoro Perkuat Mitigasi Bencana di Aliran Bengawan Solo

Selasa, 14 Juli 2026 | 15:45 WIB
header img
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, saat Hadiri Pelatihan Pemetaan Risiko Bencana di DAS Bengawan Solo. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri Pelatihan Pemetaan Risiko yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Australian Red Cross di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kebencanaan berbasis masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Pelatihan tersebut diikuti anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan penanganan bencana di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan sehingga dapat mendukung pemerintah desa dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana.

“Saya menyambut baik atas pelatihan dan program SIAP SIAGA. Ini langkah strategis dalam upaya untuk membantu memaksimalkan tugas pemerintah untuk mengantisipasi timbulnya bencana maupun mengurangi risiko akibat dari datangnya sebuah bencana,” katanya.

Nurul Azizah menegaskan, kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi utama dalam meminimalkan dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan bahwa SIBAT merupakan bagian dari relawan PMI yang memiliki peran dalam upaya penanggulangan dan penanganan bencana di masyarakat.

"Semoga dengan pelatihan ini nantinya seluruh Peserta bisa mengimplementasikan di masyarakat khususnya Desa Sumbang Timun dan Mulyorejo,” terangnya.

Melalui pelatihan pemetaan risiko ini, diharapkan kapasitas relawan SIBAT semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah DAS Bengawan Solo.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut