Bupati Lepas 706 Mahasiswa KKN Unigoro, Fokus Berdayakan Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Suasana pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bojonegoro (Unigoro) 2026 berlangsung semarak dengan kirab dan atraksi barongsai, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 706 mahasiswa resmi diberangkatkan untuk mengikuti KKN Tematik Kolaboratif (KKN TK) dan KKN Internasional.
Dari total peserta, 696 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 21 titik kawasan hutan selatan Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, 10 mahasiswa lainnya mengikuti KKN Internasional di Songkhla, Thailand. Kehadiran kirab dan barongsai menjadi simbol langkah internasionalisasi yang terus dikembangkan Unigoro.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menyebut pemberangkatan KKN tahun ini menjadi momentum bersejarah karena mahasiswa akan menjalankan pengabdian tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Ia menjelaskan, KKN Tematik Kolaboratif mengusung tema pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan selatan Bojonegoro. Adapun KKN Internasional mengangkat tema empowering community yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di Songkhla, Thailand.
“Program ini menjadi realiasi tri dharma perguruan tinggi di tengah masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas negara, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global,” jelasnya.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengapresiasi tema yang diangkat dalam pelaksanaan KKN tahun ini. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan melalui program-program yang telah disusun bersama masyarakat.
“Pahamkan masyarakat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, hutan, mata air, tanah, dan iklim. Hasilnya nanti bisa dilaporkan agar menjadi kajian yang akhirnya dapat menjadi masukan untuk merumuskan kebijakan,".
"Angkat potensi lokal setiap desa, bantu promosi di medsos khususnya di wilayah selatan hutan Bojonegoro. Sinergikan program-program kerja dengan pemdes (pemerintah desa) dan kecamatan setempat,” tuturnya.
Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Bojonegoro yang secara langsung melepas peserta KKN. Ia juga mendorong setiap kelompok KKN memperkuat kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun berbagai lembaga lainnya.
Pada tahun ini, Unigoro mengalokasikan dana pelaksanaan program KKN bagi 21 kelompok dengan total anggaran sebesar Rp204.858.493.
“KKN adalah momentum sinergi akademisi dengan pemerintah. Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori atau ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. Sedangkan pemerintah sebagai pemangku kepentingan lebih tahu kondisi riil dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di desa-desa,” terangnya.
Prosesi pelepasan peserta ditandai dengan penyematan rompi dan topi KKN kepada perwakilan mahasiswa oleh Bupati Bojonegoro, dilanjutkan penyerahan bantuan pendanaan program secara simbolis serta pelepasan balon.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro Dilli Tri Wibowo, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama