get app
inews
Aa Text
Read Next : Wabup Ungkap Fakta Pendidikan Warga Bojonegoro, Rata-rata Setara Lulusan SMP

Dijuluki Little Texas, Tambang Minyak Tradisional Bojonegoro Disorot The New York Times

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:53 WIB
header img
Aktivitas tambang minyak di kawasan perbukitan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Foto: (Dedi / iNews)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Aktivitas tambang minyak tradisional di kawasan Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, mendapat sorotan media asal Amerika Serikat, The New York Times.

Media tersebut mengangkat aktivitas penambangan minyak tradisional di Wonocolo melalui laporan berjudul "Drilling for Oil the Old-Fashioned Way in 'Little Texas, Indonesia". Judul tersebut dalam bahasa Indonesia berarti "Mengebor Minyak dengan Cara Tradisional di 'Little Texas', Indonesia".

Laporan tersebut telah dimuat di laman The New York Times sejak 28 Juli 2026. Namun, laporan itu baru dibagikan melalui akun media sosial Instagram @nytimes pada Jumat (7/8/2026).


Tangkapan layat medsos The New York Times.

Dalam laporannya, The New York Times menggambarkan aktivitas penambangan minyak di Wonocolo yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari praktik pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat.

"Penggalian minyak subsistence telah bertahan selama beberapa dekade di Jawa Timur, Indonesia. Ada sekitar 34.000 sumur minyak yang dikelola oleh masyarakat, selain beberapa ratus di Wonocolo, menurut data pemerintah," demikian dikutip dari media sosial @nytimes, Senin (10/8).

The New York Times juga menyoroti identitas Wonocolo yang dikenal sebagai "Little Texas". Sebutan tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan itu sebagai salah satu destinasi yang berkaitan dengan sejarah pertambangan minyak tradisional.

"Wilayah ini juga dikenal sebagai Little Texas karena pemerintah lokal menamainya Teksas Wonocolo - sebuah penghormatan kepada negara bagian AS dan singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera, atau "Always Safe and Prosperous." demikian dalam laporan tersebut.

Selain sejarah dan identitas kawasan, laporan tersebut menyoroti aspek tata kelola tambang minyak tradisional di Wonocolo. The New York Times menyebut keberadaan sejumlah sumur yang dikelola masyarakat masih berada dalam kondisi yang belum sepenuhnya terdaftar secara resmi.

"Tapi seperti kebanyakan sumur yang dikelola oleh masyarakat, yang di Wonocolo tidak terdaftar dengan pemerintah, dan, sebagai akibatnya, mereka tidak terkena peraturan keselamatan dan beroperasi di area abu-abu," beber NYtimes.

Laporan tersebut juga menggambarkan aktivitas warga yang bekerja dalam proses pengolahan minyak mentah hasil penambangan. Sebagian warga bekerja sebagai penggiling dengan mengolah minyak mentah menggunakan tungku untuk memisahkan air dan kemudian menjual hasil olahannya.

Di sisi lain, aktivitas tersebut turut mendapat perhatian dari kelompok pemerhati lingkungan. Aspek yang menjadi perhatian antara lain potensi pencemaran udara dan tanah serta dampak terhadap kesehatan masyarakat yang bekerja dalam proses pengolahan minyak.

"Pegiat lingkungan khawatir tentang polusi udara dan tanah, serta dampak jangka panjang pada kesehatan para penggiling," ujar laporan tersebut.

Sorotan The New York Times membuat aktivitas tambang minyak tradisional Wonocolo kembali mendapat perhatian publik, tidak hanya karena sejarahnya yang telah berlangsung selama beberapa dekade, tetapi juga karena persoalan tata kelola, keselamatan kerja, dan dampak lingkungan yang menyertainya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut