“Api adalah simbol amanah. Ia bisa menerangi dan menghangatkan, tetapi juga bisa membakar. Filosofi ini menjadi pengingat bagi ASN agar menjalankan jabatan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Kayangan Api juga dimaknai sebagai simbol semangat yang harus terus dijaga agar tetap menyala, selaras dengan alam dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan moral dan etika bagi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Prosesi pelantikan kali ini juga diwarnai dengan penggunaan Obor Sewu, simbol budaya lokal yang sarat makna. Obor Sewu dimaknai sebagai perlambang perjuangan, kejujuran, dan kesabaran—nilai-nilai yang dinilai relevan dengan semangat pengabdian aparatur sipil negara.
Bupati Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik serta mengapresiasi pengabdian dan kinerja yang telah ditunjukkan pada jabatan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan strategi pembinaan kepegawaian untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan efektivitas pelayanan publik.
Menutup sambutannya, Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, membawa energi dan inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
