BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro akan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di 87 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Pelaksanaan ini menjadi bagian dari kesiapan organisasi dalam menyambut hari raya, sekaligus mengantisipasi potensi perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat.
Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan bahwa puluhan titik tersebut telah ditentukan untuk memfasilitasi warga Muhammadiyah menjalankan ibadah Salat Idulfitri secara tertib dan merata.
“Ada 87 titik di seluruh Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya, kamis (19/3).
Untuk wilayah perkotaan, pelaksanaan salat akan dipusatkan di Masjid At Taqwa yang berada di Jalan Teuku Umar. Lokasi ini menjadi titik utama bagi jamaah di kawasan kota.
Selain persiapan teknis, Muhammadiyah juga mengingatkan adanya perbedaan dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.
Perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan disikapi dengan sikap saling menghormati.
Dalam imbauannya, Muhammadiyah menegaskan bahwa persatuan tidak harus diwujudkan melalui keseragaman.
Perbedaan dalam penentuan hari raya dipandang sebagai bagian dari dinamika yang wajar dalam kehidupan umat Islam.
Sholikin menekankan bahwa esensi kebersamaan terletak pada kesamaan tujuan dalam beribadah kepada Allah SWT, bukan pada kesamaan waktu pelaksanaan.
“Yang terpenting adalah memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim,” katanya.
Lebih lanjut, masyarakat juga diingatkan untuk menghayati makna Idul Fitri sebagai momentum menahan diri, berbagi, serta meningkatkan ketaatan setelah menjalani ibadah Ramadan.
PDM Bojonegoro berharap pelaksanaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung dengan khidmat, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan di tengah potensi perbedaan yang ada.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
