BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro, Akhmadi, menyampaikan Dari total 430 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bojonegoro, seluruhnya telah berbadan hukum, memiliki NPWP dan Nomor Induk Koperasi.
Hal itu disampaikan saat Dindagkop UM Kabupaten Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Keuangan dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada Senin (27/4/2026), di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.
“Sebanyak 363 KDMP atau 84,4 persen telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 105 KDMP telah terbangun 100 persen, serta 310 KDMP telah melaksanakan dan melaporkan RAT melalui aplikasi Simkopdes,” jelasnya, .
Lebih lanjut, Akhmadi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mendukung program nasional pengembangan koperasi.
“Pada 18 Mei 2026 akan dilaksanakan launching 1.000 KDMP di Kabupaten Nganjuk oleh Presiden Republik Indonesia, dengan Bojonegoro ditugaskan menyiapkan 22 KDMP untuk operasional awal,” ungkapnya.
Sementara itu, pada 17 Agustus 2026 mendatang, Presiden akan melaunching secara nasional sebanyak 50.000 KDMP di seluruh Indonesia.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan perkembangan pembangunan KDMP yang terus meningkat. Dari 430 desa/kelurahan, sebanyak 391 desa telah dalam proses pembangunan, 394 telah terverifikasi, dan 133 unit telah terbangun 100 persen.
“Sebanyak 39 titik, gedung belum terbangun karena sejumlah kendala, antara lain 13 desa berada di kawasan lahan sawah dilindungi (LSD), tiga desa masih dalam tahap penyiapan lahan, serta kendala keterbatasan luas lahan di wilayah perkotaan,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat juga proses perizinan aset pemerintah daerah dan lahan kehutanan yang masih berjalan.
Dedy menambahkan, pada 18 Mei 2026 mendatang, sebanyak 22 KDMP di Bojonegoro ditargetkan sudah mulai operasional sebagai tahap uji coba. Dalam operasionalnya, KDMP akan mengelola berbagai bidang usaha seperti klinik kesehatan, swalayan/sembako, dan perdagangan lainnya.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
