BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Komandan Kodim Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, memaparkan skema pembagian hasil Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Bojonegoro.
Dalam penjelasannya, ia menyebut pembagian hasil pengelolaan KDMP akan dialokasikan kepada tiga pihak utama, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN, pengurus koperasi, serta masyarakat.
“Pembagian bagi hasil disampaikan dari agrinas. 3 persen untuk agrinas, 20 persen untuk pengurus, 77 persen untuk warga, desil 1,2, dan 3,” jelasnya, dalam RDP yang berlangsung pada 15 April lalu.
Ia menambahkan, porsi bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori desil 1 hingga 3 atau kelompok ekonomi terbawah akan diberikan dalam bentuk voucher belanja yang dapat digunakan di gerai KDMP.
“Nanti voucher itu bisa dibelanjakan untuk kebutuhan pokok, seperti sembako dan lain lain,” tambahnya.
Terkait teknis operasional KDMP, Dedy menyebut hingga kini belum terdapat petunjuk rinci. Pihak TNI yang ditugaskan mendampingi proyek tersebut masih berfokus pada pembangunan fisik.
“untuk teknis secara detail belum ada petunjuk. Saat ini focus pada pembangunan gerai dan penyiapan fisik,” ungkapnya.
Saat ini, pembangunan KDMP di Bojonegoro telah mencapai 100 persen di 90 titik. Selain itu, dukungan dari Agrinas juga terus mengalir, termasuk pengiriman satu unit kendaraan cold diesel, kendaraan pikap, dua unit kendaraan roda tiga Tossa, serta berbagai perlengkapan seperti rak apotek, rak gerai, hingga peralatan klinik dan pendingin ruangan.
Pembangunan KDMP dilakukan tanpa mekanisme tender, melainkan melalui program karya bakti padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
"Sebagian besar pekerja konstruksi berasal dari warga setempat, termasuk dalam penyediaan bahan bangunan, sebagai upaya menggerakkan ekonomi daerah," pungkas pria asli Bojonegoro ini.
Bojonegoro saat ini tercatat memiliki 382 titik KDMP, menjadi jumlah tertinggi secara nasional. Angka tersebut melampaui daerah lain seperti Lamongan yang memiliki 301 titik.
Dalam pertemuan dengan Agrinas di Mabes TNI, disebutkan bahwa KDMP akan mengembangkan empat lini usaha utama, yakni layanan klinik dan praktik dokter, apotek, gerai sembako, usaha simpan pinjam, serta distribusi pupuk. Program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi yang lebih kuat di tingkat desa.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
