BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro terus dipercepat. Hingga akhir April 2026, progres pembangunan menunjukkan capaian signifikan meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan bahwa dari total 430 desa dan kelurahan di Bojonegoro, sebanyak 391 desa saat ini dalam proses pembangunan KDMP. Selain itu, 394 desa telah terverifikasi, dan 133 unit koperasi telah rampung 100 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bersama seluruh pengurus KDMP yang digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada Senin (27/4/2026).
Meski demikian, pembangunan di 39 titik masih belum terealisasi sepenuhnya. Sejumlah faktor menjadi penghambat, mulai dari persoalan lahan hingga proses perizinan.
“Rincianya 13 desa berada di kawasan lahan sawah dilindungi (LSD), tiga desa masih dalam tahap penyiapan lahan, serta kendala keterbatasan luas lahan di wilayah perkotaan. Selain itu, terdapat juga proses perizinan aset pemerintah daerah dan lahan kehutanan yang masih berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedy menyebutkan bahwa dalam waktu dekat sejumlah KDMP akan mulai dioperasikan sebagai tahap awal uji coba. Pemerintah menargetkan 22 KDMP di Bojonegoro sudah dapat beroperasi pada 18 Mei 2026.
Dalam operasionalnya, koperasi ini dirancang untuk mengelola berbagai sektor usaha, seperti layanan klinik kesehatan, swalayan kebutuhan pokok, hingga perdagangan lainnya yang mendukung perekonomian masyarakat desa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro, Akhmadi, menyampaikan bahwa seluruh KDMP di Bojonegoro telah memiliki legalitas lengkap.
Ia menjelaskan bahwa seluruh 430 KDMP telah berbadan hukum serta mengantongi NPWP dan Nomor Induk Koperasi. Dari jumlah tersebut, 363 KDMP atau sekitar 84,4 persen juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Sebanyak 363 KDMP atau 84,4 persen telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 105 KDMP telah terbangun 100 persen, serta 310 KDMP telah melaksanakan dan melaporkan RAT melalui aplikasi Simkopdes,” ungkapnya.
Akhmadi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut mendukung program nasional pengembangan koperasi desa. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyiapkan unit koperasi yang siap beroperasi dalam agenda nasional mendatang.
“Pada 18 Mei 2026 akan dilaksanakan launching 1.000 KDMP di Kabupaten Nganjuk oleh Presiden Republik Indonesia, dengan Bojonegoro ditugaskan menyiapkan 22 KDMP untuk operasional awal,” yambahnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menjadwalkan peluncuran besar-besaran program KDMP secara nasional pada peringatan Hari Kemerdekaan.
Pada 17 Agustus 2026 mendatang, Presiden Republik Indonesia dijadwalkan meluncurkan sebanyak 50.000 KDMP di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
