JAKARTA, iNewsBojonegoro.id – Jemaah haji Indonesia tahun 2026 kini dapat memperoleh sertifikat haji resmi secara lebih mudah tanpa harus melalui proses administrasi manual. Pemerintah Arab Saudi telah menyediakan layanan pencetakan sertifikat haji digital yang dapat diunduh secara mandiri melalui platform Kartu Nusuk.
Layanan tersebut dapat diakses segera setelah jemaah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sertifikat dapat diunduh baik saat jemaah masih berada di hotel di Makkah maupun setelah kembali ke Tanah Air.
Kartu Nusuk yang selama ini digunakan sebagai identitas dan akses layanan selama berada di Tanah Suci kini juga berfungsi sebagai sarana utama untuk mengakses berbagai layanan administrasi jemaah secara digital.
Sistem sertifikat digital tersebut tersedia dalam tujuh pilihan bahasa, yakni Arab, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, Malaysia, dan Persia. Untuk mengaksesnya, jemaah terlebih dahulu memindai kode barcode yang terdapat pada kartu fisik maupun aplikasi Nusuk. Setelah pemindaian dilakukan, pengguna akan diarahkan ke portal resmi milik otoritas Arab Saudi.
Di halaman utama portal, jemaah disarankan memilih opsi Bahasa Inggris yang tersedia di bagian kiri atas layar guna mempermudah navigasi dan pemahaman menu layanan.
Selanjutnya, pengguna dapat memilih menu "View Certificate" dan menekan tombol "Certificate Language" untuk menentukan bahasa yang akan digunakan dalam sertifikat. Setelah bahasa dipilih, jemaah juga dapat melihat tampilan dokumen melalui fitur "Preview Certificate".
Fitur pratinjau tersebut memungkinkan jemaah menyimpan salinan sementara melalui tangkapan layar sebagai arsip cadangan. Untuk mengunduh dokumen resmi dengan kualitas cetak terbaik, pengguna cukup memilih opsi "Download PDF".
Setelah proses selesai, sertifikat haji akan tersimpan dalam format PDF di perangkat pengguna. Dokumen digital tersebut menjadi bukti resmi telah ditunaikannya rukun Islam kelima pada musim haji 1447 Hijriah sekaligus mengurangi risiko kehilangan sertifikat fisik saat perjalanan pulang.
"Keberadaan sertifikat digital juga memudahkan jemaah menyimpan dokumen secara aman karena dapat diakses dan diunduh langsung," jelas keterangan otoritas haji merujuk pada keunggulan inovasi tersebut.
Digitalisasi layanan ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi dalam meningkatkan kemudahan, keamanan, dan efisiensi layanan bagi jutaan jemaah haji dari berbagai negara.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
