BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian. Salah satunya melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang ditujukan untuk mempermudah akses petani menuju lahan sekaligus mendukung mobilitas sarana dan hasil produksi pertanian.
Pada 2026, DKPP Bojonegoro menargetkan pembangunan JUT dengan total panjang sekitar 27.500 meter yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Memasuki September 2026, sejumlah pembangunan JUT tersebut masih dalam tahap konstruksi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) INAPROC Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, sedikitnya terdapat 300 paket pembangunan JUT yang tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro.
Nilai anggaran setiap paket bervariasi, yakni sekitar Rp70 juta hingga Rp190 juta per titik. Dalam pelaksanaannya, satu paket pembangunan JUT memiliki panjang sekitar 148 meter.
Pembangunan JUT dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan di lapangan. Namun, usulan tersebut tetap harus memenuhi kriteria lokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, mengatakan pembangunan JUT tidak hanya mempertimbangkan usulan dari kelompok tani. Pemerintah juga memastikan kesiapan serta status lahan yang akan digunakan.
“Kelompok tani yang mengajukan harus melalui proposal. Kemudian lokasi yang diajukan harus sesuai dengan kriteria dan lahannya clean and clear,” jelasnya.
Menurut Yuseriza, kepastian status lahan menjadi salah satu persyaratan penting sebelum pembangunan JUT dilaksanakan. Jika jalan akan dibangun di atas lahan milik pribadi, pemilik lahan harus bersedia menghibahkan tanah tersebut untuk pembangunan jalan.
Ketentuan itu diperlukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan persoalan mengenai status maupun pemanfaatan lahan pada masa mendatang.
Kepastian lahan juga menjadi bagian penting agar infrastruktur yang dibangun pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Dengan status lahan yang jelas, pembangunan JUT diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Keberadaan JUT tidak hanya ditujukan untuk menambah infrastruktur jalan di kawasan pertanian. Jalan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara lahan pertanian dan akses transportasi yang dapat memudahkan aktivitas petani.
Akses yang lebih baik memungkinkan mobilitas menuju lahan, distribusi sarana produksi, serta pengangkutan hasil pertanian berlangsung lebih lancar. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi aktivitas usaha tani.
Melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap, Pemkab Bojonegoro berupaya menghadirkan infrastruktur pertanian berdasarkan kebutuhan di lapangan. Program JUT diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani sekaligus mendukung kelancaran kegiatan produksi dan distribusi hasil pertanian di Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
