BOJONEGORO, iNews Bojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJKB) ke-349 Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi yang akan digelar Oktober mendatang.
Peluncuran logo berlangsung di Ruang Angling Dharma, lantai 2 Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sekretaris Daerah Edi Susanto, para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Setyo Wahono mengatakan, peluncuran logo hari jadi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut, menurut dia, harus menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Logo HJB 2026.
"Setiap tahun kita harus melakukan evaluasi dan perbaikan. Yang paling penting bukanlah hal-hal yang bersifat seremonial atau mahal, melainkan hadirnya pelayanan nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga sesuai dengan kebutuhan mereka," tegas Setyo Wahono.
Menurut Setyo, pembangunan daerah juga perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik, pemerintah harus memberi perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
Karena itu, dia menekankan pentingnya peran camat dan kepala perangkat daerah dalam merangkul masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan kearifan lokal dan budaya Bojonegoro.
"Logo HJB ke -349 ini menjadi pengingat bagi kita semua. Tugas kita hari ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang, tetapi juga menyiapkan landasan yang kokoh bagi generasi masa depan Bojonegoro agar tumbuh lebih sejahtera, adil, dan makmur," pungkas Bupati sebelum membuka dan meluncurkan logo secara resmi.
Diikuti 112 Peserta
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina menjelaskan, logo HJKB ke-349 merupakan hasil sayembara desain yang mengusung tema "Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur".
Sayembara tersebut terbuka bagi warga Bojonegoro dan pelaku industri kreatif visual. Sebanyak 112 peserta mengikuti proses pembuatan desain logo.
"Lomba desain logo ini diikuti oleh 112 peserta dari kalangan warga Bojonegoro dan pelaku industri kreatif visual. Penjurian dilakukan secara profesional dan objektif dengan melibatkan akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, praktisi profesional, serta unsur Disbudpar Bojonegoro," terang Elzadeba.
Dari proses penjurian tersebut, dewan juri menetapkan tiga desain terbaik. Juara pertama diraih Rahmat Aziz Saputra dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk.
Juara kedua diraih Muhammad Ilmi Baihaqi dari Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor. Sementara juara ketiga diraih Hary Wahyu Utomo dari Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Elzadeba mengatakan, para pemenang akan menerima hadiah secara simbolis dalam malam Tasyakuran HJKB ke-349 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2026.
Peluncuran logo tersebut menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian peringatan HJKB ke-349. Selain menjadi identitas visual perayaan, logo diharapkan merepresentasikan semangat pembangunan Bojonegoro yang menempatkan pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
