BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kebakaran di Kabupaten Bojonegoro meningkat memasuki musim kemarau. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencatat 344 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dari ratusan kejadian tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp14,4 miliar.
Angka kejadian kebakaran terlihat meningkat signifikan saat memasuki puncak musim kemarau. Pada Juli 2026 tercatat 125 kejadian kebakaran, sedangkan pada Agustus mencapai 118 kejadian.
"Data bulan juli ada 125 kejadian kebakaran, sedangkan bulan agustus ada 118," demikian dikutip dari media sosial resmi dinas damkarmat bojonegoro @damkarbojonegoro.
Sementara itu, data kejadian kebakaran selama September 2026 belum dipublikasikan oleh Damkarmat Bojonegoro.
Jika dilihat dari penyebabnya, pembakaran sampah menjadi faktor yang paling banyak memicu kebakaran. Tercatat 158 kejadian atau sekitar 45,93 persen dari total kasus sepanjang Januari-Agustus 2026 disebabkan aktivitas tersebut.
Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan kebakaran akibat korsleting listrik yang tercatat sebanyak 67 kejadian.
Tingginya kasus kebakaran yang dipicu pembakaran sampah menjadi perhatian, terutama ketika kondisi lingkungan memasuki musim kemarau. Sampah atau material kering yang terbakar dapat memicu api menjalar ke lahan, kebun, hingga permukiman apabila tidak diawasi.
Damkarmat Bojonegoro mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.
"Jangan bakar sampah sembarangan! Api yang nggak terkontrol bisa cepat menjalar dan memicu kebakaran lahan, kebun, bahkan permukiman warga. Yuk lebih waspada demi keselamatan bersama," pungkasnya.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
