BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebuah kandang ternak di Dusun Ngujo, Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, terbakar. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang ditinggalkan hingga api menjalar ke bangunan kandang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Siswoyo dalam keterangan tertulis menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin (5/10/2026) dini hari.
Laporan mengenai kejadian tersebut baru diterima petugas pada pukul 02.19 WIB.
Petugas Damkarmat kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 02.20 WIB dan tiba sekitar lima menit kemudian. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
"Api dinyatakan aman pukul 03.38 WIB," jelas Siswoyo dalam keterangan yang disampikan Dinas Damkarmat.
Pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Baureno dan Pos Kedungadem dengan total tujuh personel. Jarak tempuh menuju lokasi kebakaran sekitar 6,1 kilometer.
Kandang milik Saleh, warga Dusun Ngujo RT 004/RW 002, Desa Woro, berukuran sekitar 6 meter × 12 meter. Bangunan tersebut tidak dapat diselamatkan dan habis terbakar.
Berdasarkan pendataan petugas, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta. Namun, petugas bersama warga berhasil menyelamatkan aset berupa 15 ekor ayam kampung dan tiga ekor kambing dengan nilai sekitar Rp5,9 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Proses pemadaman juga tidak menghadapi kendala berarti.
Dinas Damkarmat menyebut penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan. Api kemudian menjalar hingga mengenai bangunan kandang ternak.
Selain melakukan pemadaman, petugas Damkarmat juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai pencegahan kebakaran serta tugas pokok dan fungsi Damkarmat.
Damkarmat mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
"Api yang terlihat kecil dapat dengan cepat menjalar, terutama ketika berada di dekat bangunan atau material yang mudah terbakar," Pungkasnya.
Warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran sebagai langkah sederhana untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
