Bojonegoro Panen Kebakaran Saat Kemarau, 230 Kejadian Berlangsung dalam Sebulan

D. AL Mahdi
Petugas Damkarmat Bojonegoro saat padamkan kobaran api. (Foto: Damkar)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meningkat tajam memasuki musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat 574 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026.

Lonjakan paling signifikan terjadi sejak Juli 2026. Pada bulan tersebut, tercatat 128 kejadian kebakaran. Angka itu kemudian sedikit menurun menjadi 118 kejadian pada Agustus.

Memasuki September, jumlah kebakaran kembali melonjak hingga mencapai 230 kejadian. September sekaligus menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi sepanjang periode tersebut.

"Jumlahnya melonjak tajam dan September menjadi puncaknya dengan 230 kejadian " demikian dikutp dari kanal media sosial resmi Dinas Damkarmat Bojonegoro @damkarbojonegoro, rabu (7/10).

Dari seluruh kejadian yang tercatat, pembakaran sampah menjadi penyebab paling dominan. Aktivitas tersebut tercatat memicu 319 kejadian atau sekitar 55,5 persen dari total kebakaran.

Selain pembakaran sampah, kebakaran lahan, pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu juga mendominasi kejadian kebakaran di wilayah Bojonegoro. Secara keseluruhan, kategori tersebut tercatat sebanyak 349 kejadian.

Dinas Damkarmat Bojonegoro mencatat total kerugian akibat kebakaran selama Januari-September 2026 mencapai lebih dari Rp15,8 miliar. Namun, petugas juga berhasil menyelamatkan aset dengan nilai jauh lebih besar.

"Total kerugian Rp15.843.620.000, sedangkanaset Aset terselamatkan Rp227.345.400.000," bebernya.

Damkarmat mengingatkan sebagian besar kebakaran tersebut sebenarnya dapat dicegah. Kondisi kemarau membuat lingkungan menjadi lebih kering sehingga api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Api yang digunakan untuk membakar sampah sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pengawasan. Terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lahan dan vegetasi relatif kering.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

Yuk, STOP BAKAR SAMPAH SEMBARANGAN!

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network